Pangannews.id - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menutup tahun 2025 dengan capaian produksi pangan yang melampaui target nasional. Produksi padi, jagung, dan kedelai menunjukkan tren positif, sehingga memperkuat posisi Jateng sebagai salah satu penyangga utama pangan nasional.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebutkan, target produksi padi sebesar 11 juta ton gabah kering panen (GKP) yang ditetapkan pemerintah pusat telah berhasil dipenuhi. Bahkan, realisasi produksi padi tercatat melampaui angka tersebut.
“Target nasional sudah tercapai, dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah ke depan,” kata Luthfi.
Data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, hingga November 2025 produksi padi mencapai 11,38 juta ton GKP atau setara 9,4 juta ton gabah kering giling (GKG).
Capaian ini didukung oleh luas tanam sekitar 2,03 juta hektare dengan luas panen mencapai 1,67 juta hektare, menempatkan Jawa Tengah dalam jajaran tiga besar kontributor beras nasional.
Tak hanya padi, produksi jagung di Jawa Tengah sepanjang 2025 juga mencatatkan angka signifikan. Total produksi mencapai 3,84 juta ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikan provinsi ini kontributor terbesar kedua nasional.
Sementara itu, produksi kedelai tercatat 17.427 ton dari luas panen 8.902 hektare dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Menurut Luthfi, capaian tersebut menjadi pijakan strategis menghadapi tantangan pangan pada 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan peningkatan produktivitas sekaligus swasembada pangan, sejalan dengan peta jalan pembangunan daerah.
“Tahun depan kita dorong produktivitas lebih tinggi, dengan memperkuat infrastruktur pertanian dan menjaga agar lahan pertanian tidak beralih fungsi,” ujarnya.
Upaya peningkatan produktivitas, lanjut Luthfi, juga dibarengi dengan penguatan koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota guna menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.
Di sisi lain, ketersediaan pangan di wilayah Jawa Tengah dan DIY dipastikan dalam kondisi aman. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, menyampaikan bahwa stok beras saat ini mencapai 339.094 ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga Juni 2026.
Selain itu, realisasi pengadaan beras sepanjang 2025 tercatat sebesar 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.
“Stok aman dan harga relatif stabil. Masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Sri Muniati.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.