Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pascabencana di Sumut, Distribusi BBM Ditempuh Lewat Skema Darurat

Bagikan
Pascabencana di Sumut, distribusi BBM ditempuh lewat skema darurat. (Foto: Pertamina Patra Niaga)
Pascabencana di Sumut, distribusi BBM ditempuh lewat skema darurat. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Pangannews.id - Rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) dipastikan tetap terjaga meski sejumlah wilayah sempat terisolasi akibat banjir dan tanah longsor.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan stok BBM di wilayah tersebut berada pada level aman memasuki awal 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, penguatan pasokan dilakukan melalui pengisian ulang di Fuel Terminal (FT) Sibolga sejak 1 Januari 2026. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan distribusi akibat kerusakan infrastruktur jalan pascabencana.

“Stok BBM di FT Sibolga dalam kondisi aman. Bio Solar berada pada kisaran 6,6 hari, Pertalite 22 hari, dan Pertamax sekitar 30 hari,” kata Wahyudi.

Ia menjelaskan, pada kondisi normal FT Sibolga melayani 56 SPBU di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun setelah bencana, distribusi difokuskan ke 40 SPBU, sementara kebutuhan di wilayah lainnya dipenuhi melalui skema reguler, alternatif, dan darurat (RAE).

Dalam skema tersebut, pasokan BBM untuk wilayah Tapanuli Utara dialihkan dari FT Siantar, sedangkan Mandailing Natal disuplai dari Integrated Terminal Teluk Kabung. Menurut Wahyudi, pengaturan ini bersifat sementara dan disesuaikan dengan kondisi akses jalan yang masih dalam tahap perbaikan.

“Penerapan RAE dilakukan karena masih ada jalan putus dari arah Tapanuli Utara menuju Sibolga, termasuk jalur Sibolga–Mandailing Natal. Hingga kini perbaikan masih berlangsung,” ujarnya.

Selain memantau terminal BBM, BPH Migas juga meninjau langsung SPBU di Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara. SPBU tersebut menjadi titik krusial saat jalur Tarutung–Sibolga terputus akibat longsor dan menjadi tumpuan masyarakat untuk memperoleh BBM.

Selama masa darurat, penyaluran BBM subsidi dan kompensasi di SPBU itu dilakukan secara manual tanpa barcode. Wahyudi memastikan mekanisme tersebut berjalan tertib setelah dilakukan pemeriksaan dokumen administrasi serta pemantauan melalui CCTV.

“Penyaluran sesuai prosedur. Transaksi jelas dan dilengkapi surat rekomendasi dari pemerintah daerah selama periode bencana,” kata dia.

Dari sisi operator, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Sibolga Toni Pradana menyebut kondisi distribusi kini berangsur membaik. Jalur utara dan selatan Sumatera Utara mulai kembali dapat dilalui dengan dukungan armada mobil tangki cadangan.

“Untuk jalur selatan sudah bisa dilewati, sementara jalur utara mendekati normal. Skema RAE dan tambahan mobil tangki sangat membantu menjaga pasokan,” ujar Toni.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal