Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kerap Dipercaya Sebagai Obat, Wagub Sumbar Tegaskan Air dari Sinkhole Bahaya untuk Dikonsumsi

Bagikan
Wagub Sumbar larang warga minum air dari fenomena Sinkhole. (Foto: Instagram @vasco_ruseimy)
Wagub Sumbar larang warga minum air dari fenomena Sinkhole. (Foto: Instagram @vasco_ruseimy)

Pangannews.id – Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ruseimy menyampaikan bahwa air dari Sinkhole “Fenomena lubang besar” sangat bahaya untuk dikonsumsi. Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan setempat.

Diketahui fenomena Sinkhole terjadi di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Vasko Ruseimy menegaskan kepada masyarakat bahwa air yang menggenangi Sinkhole tersebut mengandung bakteri E-Coli.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti mengambil dan meminum air tersebut. Itu murni fenomena alam, bukan air obat. Kandungan bakteri E-Coli-nya sangat tinggi dan sangat berbahaya bagi pencernaan," ujar Vasko Ruseimy dilansir dari akun TikTok @udavasko pada Selasa, 13 Januari 2026.

Pernyataan ini merespons tindakan sejumlah warga yang sempat mengantri untuk mengambil air dari Sinkhole tersebut karena, warga percaya bahwa air Sinkhole memiliki khasiat penyembuhan dan hal-hal bermanfaat untuk tubuh.

Tetapi Vasko Ruseimy  mengatakan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh kondisi lingkungan sekitar dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Selain faktor kesehatan, Vasko Ruseimy juga menyoroti aspek keselamatan fisik. Mengingat struktur tanah di Situjuah Batua yang masih tidak stabil dan diameter lubang terpantau terus meluas setiap harinya jadi terlalu bahaya untuk warga yang lalu lalang.

Pihak terkait telah memasang garis polisi dan menetapkan radius aman minimal 50 meter dari pinggir lubang. Warga dilarang mendekat untuk berfoto atau menonton dan tidak boleh mengambil air sinkhole secara langsung. Gunanya untuk menghindari bahaya susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Vasko Ruseimy mengatakan kepada Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah.

Penulis: Javier

Editor: Adi Permana

 

 

 

 

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal