Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kejar Surplus Padi, Kuningan Perketat Pengendalian Hama Sejak Awal Tahun

Bagikan
– Pemkab Kuningan mengintensifkan program gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (Gerdal OPT) di sejumlah sentra pertanian. (Foto: Antara)
– Pemkab Kuningan mengintensifkan program gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (Gerdal OPT) di sejumlah sentra pertanian. (Foto: Antara)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan surplus produksi padi sebesar 125.000 ton pada 2026 dengan mengintensifkan program gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (Gerdal OPT) di sejumlah sentra pertanian.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi penyebaran penyakit tungro yang dinilai dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak segera dikendalikan. Penyakit ini disebabkan virus yang ditularkan wereng hijau dan membutuhkan penanganan terpadu untuk memutus rantai penyebarannya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, penguatan Gerdal OPT telah digencarkan sejak awal Januari 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas padi.

Sebagai tindak lanjut hasil pengamatan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Diskatan bersama petani melaksanakan pengendalian di lahan seluas lima hektare di Desa Cikaso. Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani Bina Karya III dan dilakukan sebagai respons cepat atas potensi perkembangan tungro di wilayah itu.

Selain penyemprotan tanaman padi, petugas juga memberikan penyuluhan teknis agar rekomendasi pengendalian OPT diterapkan secara tepat. Wahyu menyebut pendampingan langsung di lapangan penting untuk mencegah kesalahan penanganan hama dan penyakit oleh petani.

“Pengendalian OPT harus dilakukan bersama-sama, tepat waktu, dan sesuai rekomendasi teknis,” ujarnya, Rabu.

Menurut Wahyu, keberhasilan target surplus padi tidak hanya bergantung pada luas tanam, tetapi juga pada ketepatan pengamatan, kecepatan respons di lapangan, serta peningkatan kapasitas petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal