Pangannews.id - Pemerintah pusat mengerahkan ribuan personel lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemulihan wilayah dan lahan pertanian yang terdampak bencana di Sumatera, termasuk rehabilitasi sawah yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara (ASN) diterjunkan untuk membantu pemulihan pusat pemerintahan di Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat bencana.
Upaya tersebut diperkuat dengan keterlibatan personel TNI-Polri serta taruna dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan, pendampingan dilakukan secara langsung agar pemerintah daerah tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.
“Saya bolak-balik ke Aceh Tamiang, Langsa, dan sekitarnya untuk memastikan tidak ada celah penanganan yang terlewat,” kata Bima saat menghadiri kegiatan rehabilitasi sawah terdampak bencana di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis.
Menurut Bima, berdasarkan hasil dialog dengan para kepala daerah, dampak bencana kali ini dirasakan lebih luas dan berkepanjangan dibandingkan bencana sebelumnya, termasuk tsunami Aceh, terutama dari sisi ekonomi dan cakupan wilayah terdampak.
“Dampaknya lebih dahsyat dari sisi luasan, lamanya bencana, dan dampak ekonomi. Karena itu, seperti selalu diingatkan Presiden Prabowo, kita harus bergerak cepat dan bersama-sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas mengingat peran strategis sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.
Sumatera disebut menyumbang sekitar 22 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, sehingga rehabilitasi sawah akan berdampak signifikan bagi pemulihan ekonomi.
Langkah rehabilitasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk Kementerian Pertanian dengan dukungan teknologi, Badan Urusan Logistik (Bulog), serta sektor pupuk untuk mempercepat pemulihan lahan yang terdampak bencana.
Kegiatan peletakan batu pertama rehabilitasi sawah tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.