Pangannews.id - Pemerintah memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyusul meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara terhadap wabah virus mematikan tersebut di kawasan Asia Selatan.
“Belum sampai ke Indonesia,” kata Benyamin usai bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, virus Nipah bukan merupakan penyakit baru dan telah dikenal dunia sejak akhir 1990-an. Meski memiliki tingkat kematian yang tinggi, jumlah kasus secara global dinilai masih sangat terbatas.
Menurut Benyamin, total kasus virus Nipah di dunia hingga kini bahkan belum mencapai 1.000 kasus. Tahun ini, laporan infeksi baru juga hanya muncul di India dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi sebanyak dua orang.
“Kasusnya secara global sangat sedikit. Jadi belum sampai Indonesia,” ujarnya.
Benyamin menyebut Pemerintah India telah mengambil langkah penanganan ketat untuk membatasi penyebaran virus, termasuk pembatasan pergerakan di wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan agar penularan tidak meluas ke negara lain.
Selain India, negara transit seperti Thailand juga dilaporkan meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan kesehatan penumpang.
“India langsung melakukan pembatasan dan tidak ingin virus itu menyebar keluar. Thailand sebagai negara transit juga segera melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan memastikan mekanisme deteksi dini tetap berjalan, terutama di pintu masuk internasional. Pemantauan suhu tubuh penumpang disebut sudah menjadi prosedur standar di bandara.
Namun demikian, Benyamin menegaskan Indonesia belum memberlakukan skrining ketat seperti yang diterapkan saat pandemi COVID-19.
“Kita sudah punya alat deteksi suhu di bandara. Kalau ada yang tinggi, itu langsung terpantau. Tapi skrining masif seperti masa COVID belum dilakukan,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.