Pangannews.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Banten, meminta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem pada awal tahun. Upaya tersebut penting untuk mencegah risiko gagal panen dan menjaga target produksi beras tetap tercapai.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Holiludin, mengatakan perubahan cuaca yang tidak menentu dapat berdampak langsung terhadap produktivitas petani. Karena itu, pemerintah daerah didorong segera menyiapkan strategi mitigasi yang menyentuh kebutuhan di lapangan.
“Pendampingan petani harus diperkuat, pengelolaan irigasi dibenahi, dan sarana produksi dipastikan siap. Dengan begitu, produksi tetap bisa terjaga meski kondisi cuaca kurang bersahabat,” kata Holiludin.
Ia menegaskan DPRD berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran sektor pertanian agar seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pengawasan juga terus dilakukan untuk memastikan bantuan dan fasilitas benar-benar dimanfaatkan oleh petani.
Sementara itu, Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, menyampaikan pihaknya menargetkan produksi gabah kering panen (GKP) pada 2026 mencapai 1.692 ton atau setara 846 ton beras dari 98 hektare lahan. Untuk mendukung target tersebut, kelompok tani diarahkan meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun.
“Optimalisasi pola tanam dan pemanfaatan lahan menjadi fokus kami agar produktivitas terus meningkat,” ujarnya.
Muhdorun menambahkan, program swasembada beras yang tengah digencarkan pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di Kota Tangerang dalam jangka panjang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan pemerintah kota terus memperkuat dukungan kepada petani melalui penyediaan alat dan sarana produksi, seperti traktor, pompa air, serta peralatan pengolahan sawah. Selain itu, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas.
“Kami perbaiki saluran yang bermasalah agar petani tetap bisa berproduksi maksimal, termasuk saat musim kemarau,” ujar Sachrudin.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.