Pangannews.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Bener Berpapah, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, pada akhir November 2025, memaksa warga mencari cara baru untuk bertahan hidup.
Rusaknya kebun dan sumber mata pencaharian membuat sebagian warga kini menggantungkan penghasilan dari aktivitas mendulang emas di sungai desa setempat.
Dikutip dari Antara, Rukiah (45), salah satu warga, mengatakan pendulangan emas mulai dilakukan sekitar sebulan terakhir. Emas yang diperoleh dikumpulkan lalu dijual kepada pengepul yang datang ke desa atau dibawa ke pasar pagi di Kutacane.
Dari hasil pendulangan, ia pernah menjual sekitar satu gram emas dengan nilai Rp3,1 juta. “Kalau sudah terkumpul, baru dijual,” kata Rukiah.
Ia menjelaskan, sebelum bencana terjadi, warga tidak pernah mengetahui adanya kandungan emas di sungai tersebut. Temuan awal berasal dari anggota keluarganya, yang kemudian diikuti warga lain setelah melihat hasilnya.
Sejak itu, sungai yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari berubah menjadi sumber penghasilan alternatif.
Bagi Rukiah yang berprofesi sebagai petani kakao, pendulangan emas menjadi penopang ekonomi keluarga. Kebunnya tidak lagi berbuah setelah diterjang banjir dan longsor dua bulan lalu.
Penghasilan dari sungai digunakan untuk membiayai sekolah anak, membayar kebutuhan rumah tangga, hingga memenuhi keperluan harian.
Aktivitas mendulang dilakukan sejak pagi hingga sore dengan peralatan sederhana. Meski sempat mendapat peringatan karena dikhawatirkan merusak lingkungan, Rukiah menegaskan kegiatan itu tidak mengubah bentang alam.
“Pasirnya tetap di sini. Kami hanya berusaha menyambung hidup,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.