Pangannews.id - Lonjakan kebutuhan LPG diperkirakan terjadi menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek dan memasuki bulan Ramadan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram di berbagai daerah.
Pertamina mengalokasikan penyaluran fakultatif sekitar 7,8 juta tabung secara nasional. Tambahan ini setara dengan kurang lebih 85 persen dari rata-rata distribusi harian, yang biasanya meningkat pada periode aktivitas rumah tangga dan usaha mikro.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa penguatan pasokan dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan energi bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan distribusi menjadi langkah preventif agar kebutuhan LPG, khususnya bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil, tetap terpenuhi selama masa libur panjang hingga menjelang Ramadan.
“Distribusi kami perkuat agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg saat kebutuhan meningkat,” kata Roberth.
Selain menambah suplai, perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli LPG bersubsidi di pangkalan resmi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan serta menjaga penyaluran subsidi tepat sasaran.
Di sisi lain, pengguna LPG non-subsidi Bright Gas turut mendapat penawaran promo pengisian ulang tabung ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Pelanggan yang bertransaksi melalui MyPertamina dan pembayaran digital LinkAja berpeluang memperoleh cashback hingga Rp25.000 dan poin loyalti.
Untuk mendukung kemudahan akses, Pertamina juga menyediakan layanan pemesanan Bright Gas melalui Contact Center 135, termasuk fasilitas pengantaran langsung ke alamat pelanggan.
Roberth menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi distribusi di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan agen, pangkalan, dan pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan tetap aman dan penyaluran berjalan lancar.
“Pengawasan akan terus kami lakukan agar masyarakat dapat memperoleh LPG dengan mudah dan nyaman,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.