Pangannews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menggencarkan vaksinasi gratis bagi hewan ternak guna mengantisipasi potensi wabah penyakit selama musim kemarau. Langkah ini juga dilakukan menjelang meningkatnya lalu lintas hewan menjelang Hari Raya Iduladha.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim menyiapkan tiga jenis vaksin utama untuk melindungi ternak, yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Jembrana.
Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, drh. Silvia Andryani, mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang kerap muncul akibat mobilitas hewan dari luar daerah.
“Vaksinasi ini sangat penting untuk menghindari penyakit akibat lalu lintas hewan yang dapat membawa sumber penyakit dari luar wilayah,” ujar Silvia, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, setiap jenis vaksin memiliki jadwal penyuntikan dan pengulangan yang berbeda. Untuk itu, setiap ternak akan dilengkapi kartu identitas vaksinasi guna memudahkan pemantauan.
Selain vaksinasi, Silvia mengingatkan peternak untuk memperhatikan kondisi ternak selama musim panas. Menurutnya, suhu tinggi berpotensi memicu stres pada hewan yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.
“Peternak sangat disarankan untuk menghindari potensi stres pada ternak peliharaannya dengan memberikan asupan pakan yang cukup dan baik, selain pemberian vaksin itu sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, pakan ternak harus tersedia secara cukup dan memiliki kandungan gizi yang sesuai kebutuhan, seperti lamtoro, turi, maupun kaliandra. Komunikasi dengan petugas lapangan juga dinilai penting untuk memastikan kesehatan ternak tetap terjaga.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah mengandalkan 31 unit Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Fasilitas ini menjadi ujung tombak pelayanan vaksinasi sekaligus pendataan ternak milik masyarakat.
“Peternak bisa mendatangi Puskeswan terdekat untuk mendapatkan jadwal imunisasi,” ucapnya.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap kesehatan ternak lokal tetap terjaga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
“Upaya pencegahan ini mampu menjaga kesehatan ternak lokal menjelang momentum masif lalu lintas hewan kurban, apalagi menjelang Hari Raya Iduladha,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.