8 jam yang lalu
Pangannews.id - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menyelenggarakan Millenial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 21 dengan mengangkat tema “Kewaspadaan terhadap Ancaman Penyakit Eksotik dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Daging dan Susu.”
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan edukasi bagi sivitas akademika serta generasi muda pertanian untuk meningkatkan pemahaman terkait ancaman penyakit hewan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional, khususnya sektor peternakan.
Forum ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yakni Operation Director PT Fajar Taurus, Catur Nugroho Wicaksono, Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, I Wayan Teguh Wibawan, serta Staf Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Sidho Ediyanto.
Dalam pemaparannya, Sidho Ediyanto membawakan materi bertajuk “Peran Dinas dalam Penguatan Kewaspadaan Dini serta Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eksotik di Daerah.” Materi tersebut menyoroti pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan, deteksi dini, hingga penanganan penyakit hewan menular guna menjaga stabilitas sektor peternakan.
Sementara itu, Catur Nugroho Wicaksono menyampaikan materi mengenai “Implementasi Biosecurity Penyakit Eksotik pada Peternakan Sapi Perah.” Ia menjelaskan berbagai langkah biosecurity yang diterapkan di peternakan modern untuk meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya penyakit eksotik pada ternak sapi perah.
Adapun Prof. Dr. drh. I Wayan Teguh Wibawan membawakan materi bertema “Zoonotic Diseases, War Without Ending.” Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa penyakit zoonosis masih menjadi ancaman global yang memerlukan kewaspadaan dan kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam pernyataannya menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada daging dan susu harus dibarengi dengan penguatan sistem kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular dan eksotik.
“Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga kesehatan ternak. Pencegahan penyakit eksotik harus menjadi perhatian bersama agar target swasembada daging dan susu dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujar Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa generasi muda pertanian harus memiliki kesiapan dan wawasan menghadapi tantangan sektor peternakan modern.
“Millenial Agriculture Forum menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa dan generasi muda pertanian untuk memahami isu-isu aktual, termasuk ancaman penyakit eksotik yang dapat berdampak besar terhadap produktivitas peternakan nasional,” kata Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai forum ini penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.
“Mahasiswa perlu dibekali pemahaman komprehensif mengenai biosekuriti, mitigasi penyakit, serta tata kelola peternakan modern agar mampu menjadi SDM pertanian yang adaptif dan profesional,” ungkap Muhammad Amin.
Wakil Direktur III Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan Millenial Agriculture Forum merupakan bagian dari komitmen Polbangtan Bogor dalam mencetak SDM pertanian unggul yang siap menghadapi tantangan global.
“Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit eksotik yang dapat mengganggu keberlanjutan sektor peternakan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan dan mendukung swasembada pangan nasional,” jelas Rudi Hartono.
Kegiatan Millenial Agriculture Forum Vol. 7 Edisi 21 ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari mahasiswa, dan stakeholder pertanian. Diharapkan forum ini mampu meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan ternak sebagai fondasi utama dalam mewujudkan swasembada daging dan susu di Indonesia. (wsd/Adv)
5 jam yang lalu
8 jam yang lalu
You must login to comment...
Be the first comment...