Komandan Cobra Masuk 3 Besar Hoegeng Awards 2026, Arsal Sahban Diakui sebagai Polisi Berintegritas

Pers Pangannews

5 jam yang lalu

news
Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H., masuk tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas dalam ajang Hoegeng Awards 2026.

Pangannews.id - Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.M., M.H., mantan Kapolres Lumajang yang dikenal luas sebagai “Komandan Cobra”, resmi masuk tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas dalam ajang Hoegeng Awards 2026.

Penetapan tersebut diumumkan Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 setelah melalui proses verifikasi ketat dan berlapis terhadap rekam jejak, integritas, gaya hidup, hingga laporan kekayaan para kandidat. Arsal dinilai memenuhi standar tinggi kategori paling bergengsi dalam penghargaan tersebut berkat rekam jejak pengabdian, keberanian memberantas kriminalitas, serta konsistensinya menjaga integritas selama bertugas di kepolisian.

Kategori Polisi Berintegritas disebut sebagai kategori paling sulit dalam Hoegeng Awards karena menjadikan sosok Hoegeng Iman Santoso sebagai rujukan utama keteladanan polisi yang bersih, sederhana, dan berintegritas tinggi.

Ketua Komisi III DPR RI sekaligus Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Habiburokhman, mengatakan penilaian integritas dilakukan secara menyeluruh dan tidak dapat hanya melihat satu aspek semata.

“Kita harus membaca benar sampai ke catatan LHKPN-nya, wajar atau tidak, ada conflict of interest atau tidak. Karena masing-masing kandidat punya prestasi terkait integritas, tetapi kita tidak bisa menilai seseorang hanya sebagian saja. Itu yang paling rumit,” ujarnya.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Alissa Qotrunnada Wahid, menegaskan bahwa standar integritas dalam penghargaan tersebut sangat tinggi.

“Integritas itu standarnya sangat tinggi. Ada hal-hal yang tidak bisa dinegosiasikan, misalnya rekam jejak. Sosoknya benar-benar harus memastikan mereka bersih, jujur, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik Polri,” katanya.

Sementara itu, mantan Plt. Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Mas Achmad Santosa, menyebut publik menaruh perhatian besar terhadap kategori tersebut.
“Dewan Pakar memasang standar tinggi untuk kategori Polisi Berintegritas. Saya pikir ini yang sedang ditunggu publik, siapa sesungguhnya polisi yang benar-benar berintegritas,” ujarnya.

Berhasil Menekan Kriminalitas di Lumajang

Nama Arsal Sahban mulai dikenal luas saat menjabat Kapolres di Lumajang pada 2018–2019. Saat itu, Lumajang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi, khususnya kasus begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal.

Untuk menangani kondisi tersebut, Arsal membentuk Tim Cobra, satuan khusus yang fokus memberantas kejahatan jalanan dan kriminalitas terorganisir. Kehadiran Tim Cobra kemudian menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mampu menekan angka kejahatan secara signifikan.

Seorang warga Lumajang bagian selatan bernama Dani mengatakan masyarakat merasakan langsung dampak penindakan yang dilakukan Tim Cobra.

“Masalah begal benar-benar ditindak langsung. Dulu orang mendengar Lumajang identik dengan kota begal, tetapi saat itu angkanya langsung menurun,” ujarnya.

Arsal juga dikenal karena pendekatan cepat dan langsung di lapangan. Ia pernah menjanjikan hadiah satu bulan gaji bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal atau pencurian sapi, dan janji tersebut direalisasikan ketika seorang warga berhasil menggagalkan pencurian ternak di desanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jumlah kejahatan yang dilaporkan di wilayah Polres Jawa Timur, angka kriminalitas di Lumajang mencapai titik terendah pada 2019 saat Arsal menjabat Kapolres.

Rata-rata kasus kriminalitas di Lumajang pada 2016–2018 tercatat sekitar 525 kasus per tahun. Pada 2019, jumlah tersebut turun menjadi 312 kasus dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 88,46 persen. Setelah Arsal pindah tugas, angka kriminalitas kembali meningkat hingga mencapai 1.378 kasus pada 2022 atau naik sekitar 341 persen dibandingkan 2019.

Integritas yang Diakui Rekan Kerja

Di balik ketegasannya dalam penegakan hukum, Arsal juga dikenal sebagai sosok yang menolak praktik-praktik yang bertentangan dengan integritas.

Mantan Kepala Tim Cobra, Hasran, yang kini berprofesi sebagai pengacara, menyebut Arsal beberapa kali menolak upaya intervensi dalam penanganan perkara.
“Pak Arsal dikenal masyarakat sebagai Komandan Cobra. Sepak terjangnya luar biasa dan tidak pandang bulu. Beberapa kali ada yang menawarkan sesuatu untuk melancarkan kasus, tetapi beliau menolak. Bahkan pernah ada yang menawarkan sampai dua koper. Kalau soal integritas, tidak diragukan lagi,” kata Hasran.

Aktif di Dunia Akademik dan Isu Keamanan Digital

Selain aktif sebagai perwira Polri, Arsal juga berkiprah di dunia akademik sebagai dosen tetap STIK-PTIK dengan jabatan akademik Lektor yang diakui Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pada Desember 2025, ia menyelesaikan pendidikan di Sespimti Polri Dikreg 34 Gelombang 2 dan meraih penghargaan naskah strategis terbaik bidang novelty melalui karya berjudul “Ancaman Baru di Balik Blockchain: Strategi Polri dalam Memitigasi Cyber Dependent Financial Crime demi Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional.”

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kalemdiklat Polri, Chryshnanda Dwilaksana.
Dalam naskah tersebut, Arsal mengangkat ancaman kejahatan keuangan berbasis blockchain yang dinilai berkembang lintas negara dan sulit dilacak.

“Kejahatan berbasis blockchain bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan ancaman langsung terhadap sistem keuangan negara. Karakternya anonim dan bergerak sangat cepat,” ujar Arsal.

Arsal juga memfasilitasi kerja sama akademik antara STIK-PTIK dan Northern Illinois University yang mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum internasional.

Executive Director of Global Initiatives Northern Illinois University, Eric Jones, menyampaikan kerja sama tersebut diharapkan memperkuat hubungan akademik kedua institusi.

“Ke depan akan ada kerja sama akademik dengan mengirim mahasiswa dan dosen untuk belajar di NIU. Kami juga dapat mengirim mahasiswa dan dosen untuk belajar bahasa serta kebudayaan Indonesia, termasuk kerja sama penulisan jurnal internasional,” ujarnya.
Tetap Dekat dengan Masyarakat

Di luar tugas kepolisian dan akademik, Arsal dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selama lebih dari 15 tahun, ia menjabat Ketua RT di wilayah Tanjung Duren dan kembali terpilih secara aklamasi pada pemilihan Oktober 2024.

Ketua RW 02 Tanjung Duren, Sunaryo, menilai Arsal sebagai sosok yang dekat dengan warga dan aktif menjaga lingkungan.
“Pak Arsal rajin menyapa warga dan memeriksa kebersihan lingkungan. Koordinasi dengan beliau juga mudah, baik secara langsung maupun melalui WhatsApp,” ujarnya.

Fenomena dukungan masyarakat Lumajang terhadap Arsal juga masih terlihat kuat di media sosial. Berbagai unggahan terkait dirinya dipenuhi komentar warga yang mengaku masih mengingat kepemimpinannya saat menjabat Kapolres Lumajang.

Menanggapi pencapaiannya masuk tiga besar Hoegeng Awards 2026, Arsal menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lumajang yang masih memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.

“Saya bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada masyarakat Lumajang. Saya tidak pernah menargetkan ini dan tidak terobsesi menjadi pemenang. Yang paling berharga bagi saya adalah masyarakat Lumajang masih mengingat dan mempercayai saya, bahkan mengusulkan nama saya meski sudah tujuh tahun saya meninggalkan Lumajang. Bagi saya, semua yang masuk tiga besar adalah putra terbaik Polri,” ujarnya.

Adapun tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026 terdiri atas Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, Kombes Norul Hidayat, dan Kombes Yimmy Kurniawan.(*/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...