FAO Serahkan Apresiasi One Health kepada Kementan atas Inovasi Kader Zoonosis

Pers Pangannews

6 jam yang lalu

news
FAO Serahkan Apresiasi One Health kepada Kementan atas Inovasi Kader Zoonosis.

Pangannews.id — Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menyerahkan Recognition for Good Practices and Innovations in One Health in Agrifood Systems kepada Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) atas inovasi “Transforming Communities into One Health Champions: Indonesia’s Zoonoses Cadre Program.”

Penghargaan tersebut diserahkan oleh FAO Representative in Indonesia and Timor-Leste, Rajendra Aryal, dalam puncak rangkaian peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 di Kampus IPB University, Bogor, Minggu (27/9/2026).

Pengakuan ini sebelumnya diumumkan dalam FAO Global Conference for Actions on One Health in Agrifood Systems yang berlangsung di Roma, Italia, pada 21–23 September 2026.

Penyerahan di Bogor menjadi momen penting untuk membawa pengakuan tersebut lebih dekat dengan para pelaksana di lapangan dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari upaya pencegahan zoonosis.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Bagi Indonesia, One Health berarti melampaui batas-batas sektoral—bergerak dari sekadar merespons penyakit setelah muncul, menuju pencegahan dan pengelolaan risiko di seluruh sistem agrifood. Tidak ada satu negara atau sektor pun yang dapat mencapai transformasi ini sendirian,” ujar Agung.

Menurut Agung, kekuatan Program Kader Zoonosis justru tumbuh dari keterlibatan masyarakat. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan perilaku.

Para kader membantu menyampaikan edukasi, mengenali risiko lebih dini, mendorong pelaporan, serta menghubungkan masyarakat dengan petugas yang berwenang.

Saat ini, jejaring kader zoonosis tercatat mencapai 5.292 orang di 502 desa yang tersebar di enam provinsi dan 22 kabupaten/kota.

Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, pemilik hewan, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga unsur TNI dan Polri.

Program yang pada awalnya banyak dikembangkan untuk mendukung pengendalian rabies tersebut kemudian berkembang menjadi pendekatan yang lebih luas dalam mendukung penanganan zoonosis prioritas, antara lain flu burung, antraks, bruselosis, dan leptospirosis.

Agung menegaskan bahwa pengakuan internasional tersebut bukan hanya apresiasi terhadap sebuah program, tetapi juga terhadap kerja bersama banyak pihak yang selama ini menjaga kewaspadaan dan memperkuat pencegahan zoonosis di tingkat masyarakat.

Keberhasilan Program Kader Zoonosis merupakan hasil kolaborasi Ditjen PKH bersama Kementerian Kesehatan, FAO, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, serta berbagai mitra, termasuk dukungan Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) pada masa pelaksanaan program.

Momentum penyerahan penghargaan bertepatan dengan peringatan WRD 2026 yang mengusung semangat “Satu Aksi untuk Rabies – Stronger Together.” Semangat ini sejalan dengan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan zoonosis, termasuk rabies, melalui edukasi, pelaporan dini, vaksinasi, serta kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.

“Komitmen bersama ini harus diterjemahkan menjadi aksi nyata, dari tingkat komunitas hingga kebijakan nasional, serta dari peternakan hingga konsumen,” kata Agung.

Bagi Kementan, apresiasi FAO tersebut menjadi penguat untuk terus memperluas pendekatan One Health berbasis masyarakat, agar sistem kesehatan hewan semakin tangguh, responsif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pengakuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pencegahan zoonosis tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan layanan kesehatan, tetapi juga melalui masyarakat yang memiliki pengetahuan, kepedulian, kemampuan dan kemauan untuk menjadi bagian dari solusi. (*/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...