14 jam yang lalu
Pangannews.id - Kenaikan harga daging sapi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak semata-mata berkaitan dengan pasokan sapi. Dinas Pertanian setempat melihat kondisi kemarau yang membuat hijauan pakan ternak semakin sulit diperoleh turut menambah beban biaya peternak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono mengatakan pasokan sapi setelah Idul Adha memang belum sepenuhnya kembali stabil. Namun, secara produksi tidak terdapat perubahan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Untuk pasokan, hari-hari seperti ini atau bulan-bulan ini kelihatannya sama dengan bulan-bulan lalu. Tetapi mungkin salah satunya karena produksi pakan sapi," kata Arif.
Banyumas rata-rata membutuhkan 45 ekor sapi untuk pemotongan setiap harinya. Dengan kebutuhan tersebut, menurut Arif, kenaikan harga daging yang terjadi saat ini lebih berkaitan dengan meningkatnya biaya produksi.
Kemarau membuat hijauan pakan lebih sulit didapat. Peternak pun harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi.
"Jadi pembiayaan produksi sapinya sekarang meningkat. Itu yang mungkin agak meningkatkan harga daging sapi," ujarnya.
Untuk membantu mengatasi persoalan pakan, Dinas Pertanian Banyumas mendorong pembangunan infrastruktur air. Fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu pertanian, tetapi juga menyediakan dukungan air untuk sektor peternakan.
Saat ini pembangunan irigasi perpompaan telah mencapai hampir 140 titik, sedangkan jaringan tersier dibangun di 21 titik. Infrastruktur itu ditargetkan mulai membantu ketersediaan air dalam sekitar satu bulan sehingga penyediaan hijauan pakan ternak dapat ikut terbantu.
Pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Bantuan tersebut menjadi salah satu cara menjaga ketersediaan pakan selama kemarau.
Sementara itu, kondisi pasokan daging sapi tetap dipantau. Jika analisis produksi dan kebutuhan nantinya menunjukkan kekurangan yang signifikan, Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan instansi yang menangani ketahanan pangan untuk mencari opsi pemenuhan pasokan.
"Kalau nanti analisis mengenai data daging memang kurang, kami akan koordinasi dengan ketahanan pangan, apakah nanti akan kita upayakan dari luar atau bagaimana," kata Arif.
Persoalan pasokan sebelumnya juga disampaikan Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas.
Kepala DPKUKM Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan belum adanya penambahan kuota ternak setelah Idul Adha ikut memengaruhi harga daging sapi di sejumlah pasar.
Di Pasar Sokaraja, harga daging sapi mencapai Rp165 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Manis, harganya berada di kisaran Rp175 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, sedangkan harga acuan pemerintah sebesar Rp150 ribu per kilogram.
"Perlindungan dari pemerintah terhadap pangan harus tetap kita jaga stabil ke masyarakat. Produksi daging kita upayakan," kata Arif.
Editor : Adi Permana
Selasa, 29 September 2026 17:21 WIB
Selasa, 29 September 2026 15:15 WIB
Selasa, 29 September 2026 15:11 WIB
Minggu, 27 September 2026 17:23 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...