15 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong masyarakat kembali memanfaatkan lahan untuk menanam pangan lokal. Upaya itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap beras.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan ajakan tersebut ditujukan kepada masyarakat di 328 kampung dan empat kelurahan yang berada di 40 distrik. Menurutnya, luas wilayah Jayawijaya menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai tanaman pangan.
“Pangan lokal seperti betatas, singkong dan berbagai jenis umbi-umbian menjadi kekuatan kita dalam menjaga ketahanan daerah maupun nasional,” kata Atenius dalam keterangan tertulisnya.
Atenius mengatakan masyarakat tidak harus sepenuhnya bergantung pada pangan nasional seperti beras. Dengan kembali menanam umbi-umbian di lahan masing-masing, kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal.
Betatas dan singkong, lanjut dia, juga merupakan makanan tradisional yang baik dikonsumsi karena rendah gula dan sehat bagi tubuh.
Ketersediaan pangan lokal dinilai semakin penting ketika distribusi beras ke Jayawijaya mengalami keterlambatan. Masyarakat tetap memiliki sumber pangan lain yang bisa dikonsumsi sebagai makanan pokok pengganti nasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat di 328 kampung untuk dapat kembali ke kampung, menanam umbi-umbian karena sebagai makanan pokok pengganti nasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ujarnya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, hasil tanaman lokal tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk UMKM sehingga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Atenius juga menyoroti cara bercocok tanam yang selama ini dilakukan masyarakat di Papua Pegunungan. Ia mengatakan sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian ditanam secara alami tanpa menggunakan pupuk.
“Kami di wilayah Papua Pegunungan rata-rata dalam menanam sayuran, buah-buahan maupun umbi-umbian tidak pernah menggunakan pupuk, sehingga hasilnya sangat sehat, luar biasa dan rasanya pun alami serta menyegarkan,” katanya.
Editor: Adi Permana
Jumat, 02 Oktober 2026 15:08 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...