Anggota DPD Minta Pengembangan Kelapa di Enggano Tak Setengah-Setengah

Pers Pangannews

18 jam yang lalu

news
Kelapa memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena hampir seluruh bagian tanamannya bisa dimanfaatkan. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Potensi kelapa di Pulau Enggano, Bengkulu, perlu dikembangkan lebih luas. Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mendorong penanaman kelapa dilakukan secara masif, termasuk dengan memanfaatkan lahan kosong yang tersedia.

Sultan mengatakan, pengembangan perkebunan kelapa sudah lama menjadi perhatiannya. Menurut dia, komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena hampir seluruh bagian tanamannya bisa dimanfaatkan.

"Kelapa ini betul-betul tanaman yang nilai ekonomisnya juga sangat tinggi. Umurnya juga panjang, sabutnya jadi duit, airnya jadi duit, batoknya jadi duit, dagingnya jadi duit, pohonnya jadi duit, bahkan daunnya jadi duit," kata Sultan di Bengkulu, Jumat.

Ia ingin pengembangan kelapa tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Untuk itu, Sultan berencana mengajak warga memanfaatkan lahan yang belum digunakan untuk memperluas perkebunan kelapa di Bengkulu.

Namun, pengembangan di Pulau Enggano masih memerlukan pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL). Kelengkapan data tersebut dibutuhkan agar bantuan dan dukungan yang disiapkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sultan menyebutkan, menteri terkait telah menyatakan kesediaan mendukung pengembangan kelapa di Bengkulu. Ia akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan untuk mendorong program tersebut, sekaligus mencari dukungan bagi pembangunan infrastruktur di Pulau Enggano.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mulai mengembangkan kawasan perkebunan kelapa seluas 1.500 hektare di Bengkulu pada 2026. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi industri kelapa nasional.

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih mengumpulkan dan memverifikasi berkas CPCL. Dinas tersebut juga bertugas mendampingi serta memantau pelaksanaan program di lapangan.

Adapun benih yang digunakan merupakan kelapa dalam unggul lokal dari Pulau Enggano. Benih tersebut berasal dari pohon induk yang telah memiliki Surat Keputusan Penetapan KSB Pohon Induk Terpilih (PIT).

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...