17 jam yang lalu
Pangannews.id - Kacang koro menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan dalam program Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Kota Jambi. Kawasan ini disiapkan untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan kawasan tersebut ditandai dengan pencanangan agrowisata tanaman kacang koro oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jambi, pekan lalu.
Dalam kegiatan itu, diserahkan 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, serta 360 bibit pohon untuk mendukung pengembangan kawasan.
Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan, Kampung Pangan Terpadu dirancang tidak hanya untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi tempat belajar dan mengembangkan inovasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” kata Shahandra.
Menurut dia, pengembangan kawasan tersebut menggabungkan berbagai unsur dalam satu lingkungan, mulai dari tanaman, ikan, ternak, hingga pelestarian lingkungan dengan melibatkan masyarakat.
Seluruh bantuan yang disalurkan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina. Benih ikan dan tanaman tersebut dinyatakan bebas dari hama dan penyakit sehingga dapat dikembangkan di kawasan itu.
Benih ikan nila diperoleh melalui kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Adapun bibit pohon mendapat dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.
Barantin juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jambi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PAPTAKI, kelompok tani, dan sejumlah pihak lainnya untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan.
Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kerja sama lintas sektor tersebut. Ia berharap Kampung Pangan Terpadu mampu mengoptimalkan potensi daerah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan juga datang dari HKTI Jambi dan PAPTAKI, terutama untuk mendorong pengembangan kacang koro sebagai salah satu alternatif komoditas pangan lokal.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 10 Oktober 2026 11:27 WIB
Sabtu, 10 Oktober 2026 11:04 WIB
Kamis, 08 Oktober 2026 17:30 WIB
Kamis, 08 Oktober 2026 14:19 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...