Pangannews.id - Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober berawal dari pembentukan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) pada 1945.
Peringatan ini kemudian menjadi agenda tahunan untuk mengingatkan dunia bahwa persoalan pangan bukan hanya menyangkut produksi, tetapi juga kelaparan, gizi, dan kemampuan masyarakat memperoleh makanan yang layak.
Penetapan Hari Pangan Sedunia diputuskan dalam Konferensi FAO ke-20 pada November 1979 melalui Resolusi 1/79.
Setahun kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendukung peringatan tersebut melalui Resolusi 35/70. Perayaan secara luas mulai dilaksanakan pada 1981.
Pada 2026, peringatan ini mengusung tema “Innovate today. Nourish tomorrow” atau berinovasi hari ini untuk memenuhi kebutuhan pangan masa depan.
FAO menyoroti perlunya cara-cara baru dalam membangun sistem pangan yang mampu menyediakan makanan bergizi, aman, beragam, dan terjangkau.
Tantangan yang dihadapi masih besar. FAO menyebut sekitar 645 juta orang di dunia mengalami kelaparan, sedangkan 2,69 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat.
Angka tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pangan belum selalu diikuti kemampuan masyarakat untuk mengakses makanan bergizi.
Konflik, ketidakstabilan ekonomi, dan perubahan iklim turut memberi tekanan terhadap sistem pangan. Gangguan produksi dan distribusi dapat memengaruhi pasokan maupun harga bahan makanan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Karena itu, inovasi menjadi salah satu hal yang disoroti dalam peringatan tahun ini. Pengembangan benih, pemanfaatan data pertanian, pengelolaan lahan dan air, hingga perbaikan penyimpanan serta distribusi pangan merupakan bagian dari upaya yang dapat dilakukan.
Inovasi juga tidak hanya berarti penggunaan teknologi modern. Pengetahuan tradisional petani dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang telah digunakan selama bertahun-tahun turut berperan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
FAO menekankan pentingnya kerja sama antara petani, nelayan, peneliti, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar upaya meningkatkan produksi pangan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
Di tingkat rumah tangga, masyarakat dapat mengambil bagian dengan memilih makanan yang beragam, memperhatikan keseimbangan gizi, mengurangi sisa makanan, serta mendukung produk pangan lokal.
Hari Pangan Sedunia juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, dan mendorong pertanian berkelanjutan.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.