Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur masih memvalidasi data nelayan yang terdampak banjir pada akhir November 2025.
Dari semula sekitar 600 orang, jumlah calon penerima bantuan kini tercatat sementara sebanyak 525 nelayan setelah ditemukan kekeliruan dalam pendataan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Timur, Syarifuddin, mengatakan verifikasi ulang dilakukan agar bantuan pemulihan pascabencana tidak salah sasaran. Proses tersebut melibatkan Panglima Laot, lembaga adat laut setempat.
“Kami memverifikasi ulang sebanyak 525 nelayan terdampak bencana hidrometeorologi guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” kata Syarifuddin.
Menurut dia, angka 525 nelayan tersebut belum final. Petugas masih memeriksa data administrasi, termasuk kartu tanda penduduk (KTP) dan alamat calon penerima bantuan.
Pendataan ini menjadi bagian dari penanganan dampak banjir terhadap sektor perikanan yang dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kerusakan akibat banjir tidak hanya dialami nelayan tangkap. Usaha budi daya perikanan juga terdampak, mulai dari kerusakan tambak hingga tanggul jebol dan penumpukan lumpur yang menghambat sirkulasi air.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky sebelumnya menyatakan pemulihan sektor perikanan menjadi prioritas pemerintah daerah karena banyak warga menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut, terutama tambak.
Dukungan pemerintah pusat untuk pemulihan mulai disalurkan melalui bantuan 4,2 juta benur udang vaname yang ditebar di tambak seluas 120 hektare.
Iskandar mengatakan pemulihan tidak hanya berfokus pada penanganan kerusakan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan usaha dan memperoleh penghasilan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut,” kata Iskandar.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.