Pangannews.id - Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras tahap III untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Program ini mencakup 522.956 penerima manfaat dengan total alokasi 15.688.680 kilogram beras.
Peluncuran penyaluran bantuan dilakukan bersama Komisi IV DPR RI di Balai Kalurahan Potorono, Kabupaten Bantul, Selasa. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melanjutkan dukungan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah dengan mengoptimalkan ketersediaan stok beras, jaringan pergudangan, dan distribusi di seluruh Indonesia.
"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, bantuan pangan kembali dilanjutkan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember. Kami siap melaksanakan amanah ini dengan mengoptimalkan stok, jaringan pergudangan dan distribusi di seluruh Indonesia," katanya.
Rizal menjelaskan, Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
"Prinsip kami jelas, bantuan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dengan kualitas baik, jumlah sesuai, dan waktu penyaluran tepat. Bulog terus mengoptimalkan kesiapan operasional dan jaringan distribusi di berbagai wilayah guna mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan secara nasional," ujarnya.
Di DIY, penyaluran bantuan pangan beras tahap III mencakup empat kabupaten, yakni Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Khusus di Kalurahan Potorono, bantuan dialokasikan kepada 716 penerima manfaat dengan total 21.480 kilogram beras selama tiga bulan. Sementara itu, Kabupaten Bantul mendapat alokasi untuk 138.702 penerima manfaat dengan total 4.161.060 kilogram beras.
Secara keseluruhan, alokasi bantuan untuk DIY mencapai 15.688.680 kilogram beras bagi 522.956 penerima manfaat. Penyaluran tersebut diharapkan membantu keluarga penerima memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.
Rizal memastikan Bulog terus menjaga kesiapan stok dan memperkuat distribusi agar bantuan dapat disalurkan sesuai ketentuan. Dengan berlanjutnya program hingga Desember 2026, keluarga penerima manfaat yang telah terdata diharapkan dapat memperoleh bantuan sesuai alokasi yang ditetapkan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan keberlanjutan bantuan pangan beras memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
"Komisi IV DPR RI mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat ini. Harapannya, Bulog dapat terus menjaga kualitas beras dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak menerima," kata Titiek.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.