Pangannews.id - Pertumbuhan ekonomi sektor perikanan Indonesia mencapai 6,86 persen pada triwulan II 2026. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan sepanjang 2025 yang tercatat 4,95 persen, berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kenaikan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya produksi perikanan nasional dan nilai ekspor. Namun, hingga 2026, capaian sejumlah indikator masih berupa data sementara karena periode pencatatannya belum genap satu tahun.
KKP mencatat produksi perikanan nasional mencapai 23,56 juta ton pada 2024, kemudian meningkat menjadi 26,25 juta ton pada 2025. Hingga triwulan III 2026, produksinya telah mencapai 19,89 juta ton.
Dari sisi perdagangan, nilai ekspor perikanan Indonesia naik dari US$5,95 miliar pada 2024 menjadi US$6,27 miliar pada 2025. Sementara itu, nilai ekspor hingga Agustus 2026 tercatat sebesar US$4,23 miliar.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor kelautan dan perikanan juga meningkat. Realisasinya naik dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Hingga September 2026, PNBP tercatat mencapai Rp1,645 triliun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem.
“Kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada,” ujar Trenggono dalam siaran resminya.
Menurut dia, peningkatan produktivitas juga perlu diikuti perbaikan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, KKP menjalankan enam program prioritas yang diarahkan pada pengembangan usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan daya saing hasil perikanan.
Program tersebut meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, pembangunan kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan.
Trenggono mengatakan program-program tersebut diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus memperkuat posisi produk perikanan Indonesia di pasar domestik dan global.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.