Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BPOM Waspadai Cemaran dan Pemalsuan Pangan akibat El Niño

Bagikan
Ilustrasi uji laboratorium makanan. (Foto : iStock)
Ilustrasi uji laboratorium makanan. (Foto : iStock)

Pangannews.id - Kemarau panjang akibat fenomena El Niño berpotensi memicu persoalan keamanan pangan, mulai dari pertumbuhan kapang pada bahan pangan hingga pemalsuan produk akibat kelangkaan pasokan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan perubahan suhu ekstrem dan keterbatasan air bersih dapat memengaruhi mutu pangan selama proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi. Kondisi ini perlu diantisipasi karena El Niño kategori sangat kuat diprediksi bertahan hingga awal 2027.

BPOM mengidentifikasi empat persoalan yang perlu diwaspadai. Selain potensi pemalsuan atau pengoplosan pangan ketika stok menipis, kekeringan juga dapat memicu pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin pada jagung dan kacang tanah.

Risiko lainnya adalah kerusakan fisik pangan akibat suhu tinggi serta persoalan sanitasi karena terbatasnya air bersih.

"Keamanan pangan adalah bagian integral dari ketahanan pangan (food security). Menghadapi El Niño, mutu dan keamanan pangan, termasuk cadangan beras, harus dijaga di sepanjang rantai pasok. BPOM memperkuat pengawasan berbasis risiko bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," ujar Taruna.

Persoalan mutu juga menjadi perhatian dalam penyaluran cadangan beras pemerintah. BPOM mengusulkan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog agar memperketat pemeriksaan sebelum beras didistribusikan kepada masyarakat.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan beras tidak mengalami perubahan warna, berbau, atau berkapang saat sampai ke konsumen.

Pengawasan terhadap komoditas pangan lainnya juga dilakukan melalui pengambilan sampel secara rutin. BPOM menyasar sejumlah produk yang rentan mengalami persoalan keamanan pangan, antara lain ayam, telur, ikan, dan sayuran, terutama di wilayah rawan kekeringan.

Taruna mengatakan BPOM telah menerbitkan 1.074 Sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal