Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

76 Lokasi di DIY Bakal Dikembangkan Jadi Sentra Budi Daya Ikan Tematik

Bagikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menjalankan program budi daya ikan tematik di 76 lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Foto: KKP)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menjalankan program budi daya ikan tematik di 76 lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Foto: KKP)

Pangannews.id - Sebanyak 76 lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disiapkan untuk menjadi kawasan budi daya ikan tematik yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini diarahkan untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi protein ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengembangan budi daya ikan tematik tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Pemerintah menargetkan program serupa dapat menjangkau 40.000 lokasi di seluruh Indonesia hingga 2029.

Di DIY, lokasi pengembangan tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. Namun, sebelum pembangunan fasilitas dimulai, pemerintah akan memastikan kesiapan lahan, termasuk kejelasan administrasi pemanfaatannya.

“Sebanyak 76 lokasi itu tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman. Penyiapannya mengedepankan kelayakan lokasi serta penyelesaian administrasi pemanfaatan lahan sebelum pembangunan dilaksanakan,” kata Trenggono.

KKP telah melakukan sosialisasi bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah. Pembahasan mencakup kesiapan lahan, pengelola, hingga pemasaran hasil produksi agar program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi dapat berkembang menjadi usaha produktif masyarakat.

Dukungan yang disiapkan KKP meliputi pembangunan fasilitas budi daya, pelatihan operator, penyediaan benih dan pakan, serta pendampingan pada tahap awal operasional.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Tb Haeru Rahayu mengatakan, pendampingan akan diberikan hingga pengelola mampu menjalankan kegiatan budi daya secara mandiri.

“Jadi kita dampingi sampai satu kali operasional. Setelah itu harapannya sudah bisa mandiri, jalan sendiri,” ujarnya.

Menurut dia, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting sebelum program dijalankan. Lokasi yang dipilih harus memiliki status lahan yang jelas, tidak dalam sengketa, serta memenuhi persyaratan teknis. Akses jalan dan ketersediaan listrik juga perlu dipastikan untuk menunjang kegiatan produksi.

Dari sisi administrasi pertanahan, Pemerintah DIY menyatakan siap membantu mempercepat proses pemanfaatan tanah kalurahan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Adi Bayu Kristanto mengatakan, koordinasi akan dilakukan dengan pihak kalurahan untuk menyiapkan berita acara dan dokumen yang diperlukan sebagai dasar proses perizinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Heri Sulistio Hermawan menilai sistem budi daya dengan teknologi resirkulasi cocok diterapkan di wilayahnya.

Sistem tersebut memungkinkan air diolah untuk kemudian digunakan kembali, sehingga dinilai sesuai dengan kondisi DIY yang memiliki keterbatasan lahan dan sumber daya air.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul. Perwakilan kalurahan, Ernawati Kusumaningsih, mengapresiasi rencana pengembangan budi daya ikan tematik karena dinilai dapat membuka kesempatan kerja bagi warga.

Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan produksi ikan, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk membangun usaha dan memperoleh penghasilan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal