Jumat, 20 Maret 2026 11:34 WIB
Pangannews.id - Menjelang Idulfitri, pemerintah daerah di Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan distribusi bahan pokok guna menahan potensi lonjakan harga di pasar.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan truk pengangkut sembako tidak mengalami hambatan operasional, terutama dalam pengisian bahan bakar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel, Subekti Saputra, menegaskan distribusi pangan tidak boleh terganggu di momentum krusial ini.
“Pengisian BBM untuk truk bermuatan bahan pokok harus diprioritaskan agar penyaluran ke masyarakat tetap lancar,” ujarnya.
Menurut dia, hambatan distribusi akan berdampak langsung pada pasokan di pasar. Ketika suplai tersendat, harga cenderung naik dalam waktu singkat.
Selain di SPBU, percepatan juga dilakukan di pelabuhan. Aktivitas bongkar muat bahan pokok diminta diprioritaskan agar barang cepat masuk ke jalur distribusi.
“Kalau truk kesulitan BBM atau bongkar muat terlambat, distribusi akan terhambat dan itu bisa memicu kenaikan harga,” kata Subekti.
Di tengah peningkatan arus barang menjelang Lebaran, pemantauan stok dan harga juga diperketat di pasar tradisional maupun ritel modern. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok masih mencukupi.
“Sejauh ini stok kebutuhan masyarakat relatif aman untuk menghadapi Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi di SPBU dilaporkan lebih terkendali dibandingkan sebelumnya. Antrean kendaraan yang sempat memanjang kini sudah berkurang, sehingga distribusi logistik berjalan lebih lancar.
Editor : Adi Permana
19 jam yang lalu
Minggu, 22 Maret 2026 13:53 WIB
Minggu, 22 Maret 2026 11:33 WIB
Minggu, 22 Maret 2026 11:18 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...