Jumat, 20 Maret 2026 13:23 WIB
Pangannews.id - Gejolak di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada kinerja ekspor perikanan Indonesia. Gangguan pada jalur distribusi global membuat volume pengiriman ikan ke berbagai negara mengalami penurunan signifikan, meski permintaan pasar relatif masih terjaga.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan, hingga pertengahan Maret atau menjelang Lebaran, ekspor perikanan Indonesia tercatat mencapai sekitar 197 ribu ton dengan nilai mendekati Rp16,7 triliun. Namun, capaian tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ideal.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume ekspor tercatat turun lebih dari 40 persen. Penurunan itu ikut menyeret nilai ekspor yang terkoreksi lebih dari 20 persen.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Ishartini, menjelaskan tekanan utama berasal dari gangguan rantai pasok global. Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu perubahan jalur pengiriman, keterbatasan armada, hingga lonjakan biaya logistik.
“Permintaan sebenarnya masih relatif stabil. Namun dari sisi volume, pengiriman terkendala karena perubahan rute, biaya tambahan logistik, serta keterbatasan kontainer dan kapal,” ujarnya.
Kondisi ini membuat proses ekspor tidak berjalan seefisien sebelumnya. Sejumlah eksportir terpaksa menyesuaikan jadwal pengiriman, bahkan menanggung biaya lebih tinggi untuk memastikan produk tetap sampai ke negara tujuan.
Padahal, pasar ekspor perikanan Indonesia cukup luas. Produk dalam negeri dikirim ke lebih dari 100 negara, dengan tujuan utama antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, hingga negara-negara Asia Tenggara.
Beragam komoditas unggulan seperti udang, tuna, cumi-cumi, hingga rumput laut selama ini menjadi andalan ekspor. Permintaan terhadap produk tersebut dinilai masih kuat di pasar global.
Namun, tekanan dari sisi logistik membuat daya saing harga ikut terpengaruh. Biaya distribusi yang meningkat berimbas pada harga akhir produk di pasar internasional.
KKP menyatakan terus memantau perkembangan situasi global dan menjaga komunikasi dengan negara mitra serta pelaku usaha di dalam negeri. Upaya juga dilakukan untuk memperkuat penyerapan di pasar domestik guna menjaga stabilitas sektor perikanan.
Editor : Adi Permana
Senin, 16 Maret 2026 23:07 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 11:13 WIB
Senin, 09 Maret 2026 20:51 WIB
Senin, 09 Maret 2026 12:34 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...