Investor Cina Jajaki Peluang Pengembangan Industri Perikanan di Pati

Pers Pangannews

Senin, 09 Maret 2026 12:34 WIB

news
Investor Cina jajaki peluang pengembangan industri perikanan di Pati. (Foto : Pemprov Jateng)

Pangannews.id - Potensi sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai menarik perhatian investor asing. Sejumlah investor asal Cina melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik aktivitas perikanan di wilayah tersebut untuk melihat peluang pengembangan industri berbasis hasil laut.

Penjajakan investasi tersebut menyasar kawasan pesisir yang selama ini menjadi pusat kegiatan perikanan tangkap, khususnya di wilayah Juwana. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Juwana, yang dikenal sebagai sentra perdagangan hasil tangkapan nelayan di Pati.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyebut kedatangan para investor merupakan langkah awal untuk melihat secara langsung potensi sektor perikanan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, membuka peluang kerja sama investasi yang dapat mendorong pengembangan industri kelautan.

“Dengan adanya investor masuk di Kabupaten Pati, insyaallah lapangan pekerjaan juga akan lebih banyak lagi,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Selain meninjau aktivitas pelelangan ikan, rombongan investor juga melihat kawasan Pulau Seprapat di wilayah Juwana yang dinilai memiliki potensi pengembangan kawasan maritim.

Pemerintah daerah berharap penjajakan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama investasi yang konkret. Kehadiran investor dinilai berpotensi meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperkuat sektor ekonomi masyarakat pesisir.

“Investasi juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat pesisir,” kata Risma.

Sektor kelautan dan perikanan selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi di Kabupaten Pati. Aktivitas penangkapan ikan, pengolahan hasil laut, hingga perdagangan di kawasan pesisir Juwana menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga setempat.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...