Selasa, 13 Desember 2022 15:59 WIB
PanganNews.id Jakarta - Ada banyak jenis buah lengkeng dipasaran, rata-rata yang terkenal lengkeng impor yang berasal dari Malaysia dan Thailand, dua negara ini memang dikenal sukses membudidayakan buah lengkeng, namun saat ini Indonesia memiliki jenis lengkeng yang tidak kalah kualitasnya dengan lengkeng impor yaitu lengkeng varietas Kateki.
Kateki merupakan varietas lengkeng yang di lepas Kementerian Pertanian (kementan) tahun 2016. Lengkeng ini berasal dari Pohon Induk Tunggal (PIT) milik Samlawi yang berada di Dukuh Kateki, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Berdasarkan SK Pelepasan Menteri Pertanian no 058/Kpts/SR.120/D.27/5/2016 lengkeng ini memiliki ciri antara lain, bentuk buah yang bulat serta warna kulit buah coklat serta bintik pada kulit buah yang berwarna coklat tua. Disamping itu memiliki warna daging buah yang putih bening.
Lengkeng ini memiliki keunggulan dengan rasa yang manis dan ukuran buah yang relatif besar antara 15,9-20,7gr/buah. Daging buah yang tebal dengan biji kecil serta aroma yang lembut. Selain itu lengkeng ini memiliki kandungan air yang tidak terlalu tinggi sehingga tidak becek.
Tanaman ini cocok ditanam di dataran rendah. Produktivitas Kateki berkisar antara 50-70 kg/pohon/tahun. Dengan hasil dan keunggulan tersebut lengkeng ini berpotensi tinggi untuk dikembangkan.
Evaluasi dan karakterisasi terhadap lengkeng terus dilakukan dengan didukung teknologi dalam budidayanya. Teknologi tersebut antara lain induksi pembungaan untuk mempercepat pembuahan serta perbanyakan tanamannya.
Membudidayakan dan perawatan tanaman lengkeng tidak terlalu susah. Perlakuan khusus hanya dilakukan ketika masa fase pembungaan dan memasuki masa panen. Karena ada beberapa jenis tanaman lengkeng yang membutuhkan induksi dalam proses pembungaannya.
Hama utama yang sering menyerang buah adalah kelelawar yang dapat mengakibatkan kegagalan panen. Aroma buah lengkeng diduga yang menyebabkan kelelawar mampu mencium aromanya kemudian berusaha mencari sumbernya dan memakannya.
Salah satu cara untuk mencegah agar buah tidak diserang maka dilakukan pengalihan aroma dapat dilakukan dengan bahan lain yang lebih menyengat atau dengan memasang jaring di sekeliling tanaman.
Kontributor : Ircham Riyadi
7 jam yang lalu
8 jam yang lalu
You must login to comment...
Be the first comment...