Manisnya Melon Hidroponik Hasil Pertanian Holtikultura Berbasis Agrowisata di Lamongan

Jurnalis Pangannews

Kamis, 06 April 2023 11:30 WIB

news
Melon hidroponik di Lamongan. (Diskominfo Kabupaten Lamongan)

PanganNews.id, Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi melaksanakan petik perdana melon hidroponik di Kebun Melon Hartono Farm Mandiri, Ngimbang, belum lama ini.

Pada saat yang sama, Yuhronur atas nama Pemkab Lamongan mengayakan hendak mengembangkan pertanian hortikultura berbasis agrowisata. 

Cara tersebut dikatakan Yuhronur sebagai salah satu upaya untuk dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan maupun secara nasional.

Diambil dari portal resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, diinformasikan bahwa Hartono Farm Mandiri berdiri di luas tanah 1 hektare di dua tempat yakni Desa Ganggantingan (5000 meter) dan Desa Mendogo (5000 meter) dengan memiliki 9 unit greenhouse berukuran 400 meter persegi setiap unitnya. 

Yes, panggilan akrab Bupati Lamongan itu mengatakan, dengan memanfaatkan metode tanam hidroponik DFT (Deep Flow Technique), masa panen melon dapat diproyeksikan masa panen. 

Keaneragaman pangan ini ia katakan menjadi peluang besar bagi Lamongan. Tidak hanya tanaman pangan, tetapi buah-buahan hortikultura yang ditanam secara hidroponik dan menjadi kebaharuan. 

"Saya yakin ini pertama di Lamongan dan mungkin di tempat lain juga pertama kali karena saya belum pernah melihat dengan memanfaatkan media air tidak tanah, dan ini bisa dihitung masa panennya,” imbuh Bupati Yes.

Ke depan, menurut Bupati Yes, hortikultura agrobisnis di Lamongan mempunyai prospek besar tidak hanya penyedia pasokan secara nasional, namun diproksikan untuk pasar ekspor.

Manajemen Hartanto Farm Mandiri Anton mengungkapkan tidak ada kekhususan pada pemilihan jenis melon yang ditanam di greenhouse Hartono Farm Mandiri, namun didasarkan pada pasar konsumen.

“Hidroponik bisa digunakan untuk semua jenis melon, namun untuk jenis yang kita tanam kita sesuaikan dengan marketnya seperti apa jadi kita tidak bisa asal tanam. Ada 3 jenis yang kita tanam melon talent atau melon Jepang, melon inthanon, dan melon fujisawa. Setiap melon punya masa taman berbeda-beda, tapi cuma beda satu dua hari saja,” katanya. 

Anton mengungkapkan di greenhousenya, dalam sekali panen dapat mencapai 2-2,5 ton dengan kapasistas tanam 1480 batang/unit green house. 

“Lahan 5000 m dapat berdiri 9 unit greenhouse berukuran 400 meter persegi/unitnya dengan kapasitas tanam 1480/greenhouse. Dengan asumsi kita sekali tanam hasil yang didapat sekitar 2-2,5 ton. Nanti kalau sudah terpenuhi semua dengan jumlah sekitar 19 greenhouse itu minimal kita perminggu bisa 1 kali panen dengan asumsi 2-2,5 ton/perminggu, dengan durasi tanam sekitar 75-80 hari. Sehingga perminggunya bisa 2-2,5 ton dengan kualitas dan kuantitas yang bisa stabil,” ujarnya. 

Selain itu, kata Anton, Kecamatan Ngimbang menjadi lokasi yang dirasa paling cocok untuk pembudidayaan melon hidroponik. 

“Karena setiap daerah punya cuaca, lingkungan sendiri-sendiri, dengan adanya tim budidaya kita terus coba untuk berinovasi, melihat situasi lingkungan," tambahnya.

"Iklim dan lingkungan berbeda, maka kami terus belajar meskipun sudah punya SOP, karena banyak hal yang mempengaruhi untuk penerapan pada tanaman seperti kadar air, cuaca dan lainnya, sehingga tidak bisa disamakan ada adaptasi yang harus kita kerjakan. Ngimbang memiliki ketinggian yang cocok, cuacanya bagus panas, dan faktor-faktor lainnya," pungkasnya.

Penulis: Luki
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...