PanganNews.id, Jatim - Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Ir Annis Catur Adi megembangkan penelitian tepung padat gizi untuk mencegah stunting.
Dikutip dari Unair.ac.id, balita dan anak-anak membutuhkan asupan gizi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Namun, tidak banyak jenis makanan kaya gizi yang cocok untuk usia rentan seperti mereka.
Prof Annis mengembangkan penelitian formulasi tepung komposit tinggi protein dan mengandung vitamin serta mineral bernama Tepung Multiguna N2O. Tepung ini berasal dari protein ikan lele dan ubi fermentasi dengan 10 vitamin dan 6 mineral.
Prof Annis menjelaskan Tepung Multiguna N2O merupakan produk yang tepat untuk perbaikan gizi bagi balita dan anak-anak. Terlebih, tepung merupakan bahan mudah bercampur dengan berbagai olahan pangan lain.
“Penelitian ini menggunakan bahan baku pangan lokal bermutu gizi tinggi. Ikan lele kaya akan protein hewani dan tepung ubi fermentasi kaya akan prebiotik sehingga cocok untuk perbaikan gizi balita stunting,” tutur Prof Annis dikutip dari unair.ac.id, Jumat 14 April 2023.
Prof Annis menerangkan bahwa produk Tepung Multiguna N2O telah melalui proses uji laboratorium untuk melihat karakteristik produk dan uji keamanan pangan. Itu sudah sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 3571:2018.
“Tepung ini sudah diuji di laboratorium yang terstandar Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sehingga aman, bermanfaat, dan halal. Klaim tinggi protein dalam tepung juga telah sesuai dengan standar Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 serta telah tersertifikasi halal,” papar Prof. Annis.
Bahkan, saat ini Tepung Multiguna N2O tengah mengajukan hak paten di fasilitasi Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR.
“Penerbitan jurnal dan sertifikasinya masih dalam proses. Harapannya, tepung ini dapat dimanfaatkan masyarakat luas sebagai substitusi atau komplemen untuk menyehatkan makanan olahan rumah tangga maupun olahan industri,” tutup dia.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.