Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Peran Strategis Pemuda

Bagikan
Dr. Ade Mujhiyat (PNS di Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI)
Dr. Ade Mujhiyat (PNS di Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI)

Oleh: Dr. Ade Mujhiyat (PNS di Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian RI)

Pangannews.id - Pemuda memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kehadiran generasi muda memberikan corak dan pengaruh sangat signifikan dalam pembangunan.

Pemuda merupakan ruh baru dalam jasad kehidupan ummat. Yang membawa semangat perubahan (agen of change) untuk masa depan.

Kiprahnya diharapkan mampu menghadirkan gagasan-gagasan segar, ide-ide cemerlang, terobosan kreatif, inovatif, dan keberanian mendobrak skat-skat tabu serta menjawab tantangan zaman.

Pemuda juga diharapkan menjadi  Agen Pembangunan (Agent of Development), yang terlibat aktif dalam menata kehidupan masyarakat, baik fisik maupun non-fisik. Kekuatan fisikal, emosional, intelektual dan spiritual para pemuda harus menjadi modal utama SDM pembangunan yang handal. Sehingga ummat dapat mencapai kemajuan peradaban yang dibanggakan.

Para pemuda sejatinya juga harus berperan dalam pengawasan dan kontrol sosial terhadap kebijakan yang diterapkan (Agent of Social Control). Fungsi kontrol sosial pemuda ini sangat penting dalam menjaga demokrasi, mengawal persatuan, menjaga keadilan sosial, serta mengawasi kebijakan publik.

Pemuda merupakan pilar utama dalam pembangunan ummat, yang memiliki kekuatan, harapan, dan penentu arah peradaban sebuah bangsa. Sejarah mencatat, setiap kebangkitan dan perubahan besar selalu dipelopori oleh perjuangan dan peran para pemuda.

Ikrar sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah bukti kongkret perjuangan dan semangat persatuan pemuda Indonesia. Ikrar tersebut telah melahirkan tekad dan perubahan besar. Dengan komitmen satu nusa, satu bangsa, dan satu Bahasa.

Yusuf Al-Qardhawi seorang ulama besar kontemporer menegaskan, “Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka lihatlah pemudanya hari ini”. Presiden Soekarno juga memberikan tempat khusus tentang semangat para pemuda, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.

Pernyataan tersebut menekankan betapa dahsyatnya peran strategis pemuda dalam perjuangan dan perubahan masyarakat. Sehingga partisipasi dan kiprah peran pemuda sangat berpengaruh pada kemajuan masyarakat, bangsa dan negara di masa depan.  

Masa muda adalah masa terbaik dalam kehidupan manusia. Karena pada usia ini Allah memberikan kekuatan khusus melebihi fase sebelum dan sesudahnya, Allah SWT berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa. (QS ar-Rum: 54)

Kelebihan yang Allah berikan semasa muda ini, harus dimanfaatkan dalam mengukir prestasi. Masa muda mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghasilkan dan melahirkan berbagai kemajuan, kontribusi dan kebaikan dalam kehidupan. Tidak hanya sekedar untuk bersenang-senang, hura-hura dan membuang waktu sia-sia.

Para pemuda harus menghindari perilaku keburukan, anarkis dan kerusakan di masyarakat. Para pemuda juga harus menjauhi perilaku yang menyimpang, melawan hokum, berbagai godaan syetan dan dorongan hawa nafsu yang akan menjerumuskan.

Bekal Spiritual

Para pemuda masa depan harus memiliki bekal spiritual yang kokoh. Sebagai pondasi dan pedoman kehidupan yang terinternalisasi dalam dirinya.

Sehingga tidak mudah terpengaruh dan terombang ambing oleh arus deras perubahan zaman dan tawaran-tawaran sesat yang akan merusak kehidupannya. Dalam perspektif Islam, bekal spiritual sebagai pondasi dan pedoman kehidupan itu adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan bekal kekuatan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT ini para pemuda akan terjaga dan terbimbing di jalan kebenaran.

Ia akan mampu menjaga identitas dan jatidirinya  dengan jernih. Sehingga dapat membedakan antara baik dan yang buruk, yang positif dan negative, yang harus diikuti dan dihindari..

Dalam Al-Quran Allah SWT mengisahkan kepada kita tentang sekelompok pemuda Ashabul Kahfi yang berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan patut untuk dijadikan teladan.

Mereka adalah pemuda yang memiliki bekal spiritual mumpuni, sehingga tidak terseret ke jurang kebatilan dan kekufuran, walau godaan dan arusnya sangat deras. Allah SWT mengabadikan dalam firman-Nya:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ

Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka. (QS Al-Kahfi: 13)

Ayat ini menegaskan bahwa keimanan adalah faktor penting yang harus dimiliki pemuda. Iman harus selalu dijaga dan dipupuk agar senantiasa hidup dan semakin kuat. Iman dan takwa adalah bekal spiritual para pemuda yang memiliki cita-cita tinggi dan hidup mulia.

Ibnu Jauzy rahimahullah dalam kitab Shifatush Shofwah menyerukan, “Wahai para pemuda, kerahkan potensi dirimu selagi masih muda karena belum pernah aku lihat karya yang paling berharga selain yang dilakukan oleh para generasi muda”.

Semoga para pemuda bisa terus memberikan kontribusi dan peran strategisnya dalam membangun masa depan peradaban bangsa, menuju baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Aamiin. (*/ADV)

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal