Bawang Merah Varietas Super Philip, Produksi Tinggi Menguntungkan Petani

Pangannews.id

Selasa, 30 Mei 2023 13:42 WIB

news
Bawang Merah Varietas Super Philip. (Foto : Ircham Riyadi)

PanganNews.id Jakarta - Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan komoditas hortikultura penting dengan nilai ekonomi tinggi baik ditingkat petani, masyarakat maupun negara. Bawang merah juga merupakan sayuran unggulan nasional yang perlu dibudidayakan dengan intensif. Kontribusi tingkat nasional cukup tinggi lebih dari 2,7 triliun/tahun dengan potensi pengembangan areal 90.000 ha. Provinsi penghasil utama yaitu Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kontribusi 9 Provinsi tersebut terhadap produksi bawang nasional yaitu 95,8% dan Jawa 75%. Adapun kebutuhan bawang merah perkapita 4,56 kg/th atau 0,38 kg/bulan dan menjelang hari raya keagamaan meningkat 10-20%.

Untuk keberhasilan budidaya bawang merah selain menggunakan varietas unggul, perlu dipenuhi persyaratan tumbuh dan teknik budidaya yang baik. Di Indonesia bawang merah dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl. Bawang merah dapat diperbanyak dengan menggunakan umbi dan biji, tetapi kebanyakan petani lebih memilih menggunakan umbi. Umbi bawang merah yang akan digunakan untuk bibit sebaiknya telah disimpan selama 3-4 bulan agar tahan terhadap serangan penyakit dan daya tumbuh yang tinggi .

Kementerian Pertanian sudah melepas varietas unggul bawang merah Varietas Super Philip pada tahun 2000 (SK Mentan No. 66/Kpts/TP.240/2/2000) Tanaman ini mulai berbunga pada umur 50 hari dan dipanen pada umur 60 hari. Umbi berwarna merah keunguan, berukuran sedang, beraroma kuat, dan bercitarasa yang sangat digemari. Produksi bisa mencapai 17,60 ton per hektar atau lebih dengan bobot susut dari basah ke kering mencapai 22%. Meski kurang tahan terhadap penyakit bercak ungu (Alternaria porri) dan ulat grapyak (Spodoptera exiguna), varietas ini sangat baik ditanam di dataran rendah maupun medium pada musim kemarau.

Dalam usaha budidaya tanaman, bawang merah perlu diperhatikan penyiapan lahan, pemeliharaan, panen dan pascapanen. Pada kegiatan panen dan pascapanen yang harus diperhatikan adalah penentuan saat panen, pengeringan, penyimpanan, sortasi dan grading harus memenuhi persyaratan agar tidak rusak. Untuk melindungi umbi bawang merah dari serangan jamur, maka sebelum disimpan dikeringkan lebih dahulu dengan tujuan melayukan, menghilangkan tanah agar penyakit tidak berkembang. (*/adv)

Kontributor : Ircham Riyadi


Kolom Komentar

You must login to comment...