PanganNews.id, Pasuruan - Upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Pasuruan merupakan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron, menggarisbawahi pentingnya manajemen pengelolaan tata guna air bagi petani dalam mengatur kebutuhan pengairan yang menjadi hak setiap petani.
Tata penggunaan air dapat dibahas secara baik-baik dalam forum HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) melalui musyawarah.
"Sosialisasi mengenai penggunaan air juga perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada," kata Abdul Mujib Imron.
Salah satu masalah yang masih dihadapi adalah adanya persaingan dalam mendapatkan akses ke air untuk mengaliri lahan pertanian.
"Oleh karena itu, langkah-langkah preventif perlu diambil untuk mengantisipasi masalah tersebut," jelas Gus Mujib sapaan akrab wakil bupati Pasuruan.
Ia menginginkan ketua HIPPA adil dalam pembagian air kepada petani. Penggunaan air juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan masing-masing petani.
"Jika sudah cukup pengairan pada suatu lahan, maka pintu airnya perlu ditutup dan air dialirkan ke sawah yang masih membutuhkan," paparnya.
Selain itu, Gus Mujib juga mengajak generasi muda, terutama putra-putri petani, untuk berperan aktif sebagai petani milenial.
Hal ini bertujuan untuk meneruskan tradisi bertani dari keluarga mereka. Gus Mujib juga menyampaikan bahwa zaman sekarang tidak hanya terpaku pada olahan pertanian seperti padi, tetapi juga melibatkan tanaman umbi-umbian dan buah-buahan dalam upaya mengembangkan sektor pertanian.
"Dengan demikian, upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan pengelolaan air yang baik diharapkan dapat memajukan sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan dan melibatkan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pertanian," imbuhnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.