Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BRIN Jajal Produk Pertanian Garut sebagai Stok Pangan

Bagikan
Ilustrasi umbi Garut. (Pemkab Garut)
Ilustrasi umbi Garut. (Pemkab Garut)

PanganNews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) jalin kerja sama dengan Perum Perhutani terkait pengembangan umbi garut dalam praktek agroforestri.

Tujuan utamanya untuk meningkatkan produktivitas lahan hutan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kerja sama ini, BRIN dan Perum Perhutani akan mengoptimalkan lahan hutan dengan pola agroforestri. Di mana pohon jati akan ditanam bersama umbi garut sebagai tanaman pangan.

"Penelitian mengenai optimalisasi pemanfaatan lahan hutan melalui pola agroforestri dengan kombinasi pohon jati dan umbi garut masih belum banyak dilakukan, sehingga perlu dilakukan uji tingkat produktivitas, kemampuan dalam memproduksi metabolit sekunder, dan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani," kata Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Dona Octavia.

Melalui kerja sama ini menurut Dona Octavia, diharapkan dapat ditemukan model optimalisasi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas lahan hutan dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani.

"Umbi garut merupakan pangan fungsional yang memiliki nilai gizi tinggi dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Umbi garut memiliki indeks glikemik rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain itu, umbi Garut mengandung asam folat yang tinggi, baik untuk ibu hamil, balita, orang dewasa, hingga lansia," imbuh Dona Octavia.

Dona Octavia menyampaikan, umbi garut juga baik untuk pencernaan dan mengandung senyawa aktif metabolisme sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, termasuk dalam pencegahan stunting.

Pengembangan umbi Garut sebagai pangan lokal memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengentaskan kemiskinan dan kelaparan.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan produk-produk yang bermanfaat dari umbi Garut.

"Kerja sama ini direncanakan akan berlangsung selama dua tahun ke depan, dan diharapkan dapat memberikan hasil yang menjanjikan dalam peningkatan produktivitas lahan hutan dan pendapatan petani," pungkas dia.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal