Pangannews.id, Semarang - Pemerintah Kota Semarang menggelar pasar pangan murah bernama Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman alias Pak Rahman di Depan Kantor Kecamatan Semarang Tengah untuk menjaga kestabilan harga di wilayahnya.
Diketahui, gerakan pasar murah ini sendiri, dilakukan secara nasional dan serentak di 341 titik di 300 kabupaten/kota se-Indonesia. Khusus Kota Semarang, gerakan pasar murah sudah dilakukan sejak tahun lalu agar harga dan laju inflasi bisa terjaga.
“Total sudah digelar 51 titik di Kecamatan, Kelurahan dan Tempat Ibadah, tujuannya mengantisipasi bahan pokok yang mengalami kenaikan,” kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin 3 Juli 2023.
Ia menerangkan, data yang dipaparkan pemerintah pusat, bahan pokok yang menjadi pemicu inflasi paling tinggi adalah daging ayam, telur, bawang merah, dan bawang putih.
“Tentu dengan Pak Rahman kita coba intervensi harga kebutuhan pokok, misalnya harga telur ayam di sini dijual Rp 27 ribu. Di luar mencapai Rp 30 ribu,” kata dia.
Melejitnya harga telur, kata dia, bisa diantisipasi dengan adanya badan usaha milik petani (BUMP) yang menjadi supporting Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, ada pula BUMN yang bisa memasok kebutuhan pokok masyarakat.
“Kita punya BUMP yang bekerjasama dengan gabungan kelompok tani, misalnya telur dan daging kita ambil dari Kendal, nah kita bantu membantu intervensi di Semarang khususnya telur,” jelasnya.
Dia berharap, inflasi di Semarang akan semakin turun. Saat ini, inflasi month to month 0,112. Angka itu mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 0,22. Sedangkan, inflasi year on year masih bertengger di 3,88.
"Ini diharapkan bisa membantu masyarakat. Gerakan pangan murah ini bukan hal yang baru di Semarang. Ini sudah rutin dilakulan," ucapnya
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.