Jumat, 28 Juli 2023 14:06 WIB
PanganNews.id, Surabaya - Keberadaan tanaman asal Brasil, Tabebuya makin digemari masyarakat Indonesia. Pasalnya, tanaman yang bunganya mirip bunga Sakura, kini bertebaran di Indonesia.
Bahkan, Tabebuya sering disebut warga sebagai sakura versi Indonesia karena kemiripannya yang hampir sulit ditemukan perbedaannya. Kendati demikian, sejatinya keduanya adalah tanaman yang berbeda. Bahkan tidak berkerabat.
Di Surabaya, tabebuya menjadi salah satu tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang kota. Mulai jalan protokol Kota Pahlawan hingga taman-taman. Keindahan bunga tabebuya dapat dinikmati setiap Oktober-November.
"Puncak tanaman tabebuya berbunga pada Oktober-November,’’ kata Yudi, koordinator Kebun Bibit Wonorejo, dikutip dari jawapos.com.
Hingga saat ini, lebih dari puluhan ribu pohon tabebuya ditanam menyebar di Kota Surabaya. Bahkan, Pemkot Surabaya membudidayakan pohon tabebuya di Kebun Bibit Wonorejo. Dari hasil pembibitan tersebut, pohon tabebuya siap ditanam di setiap sudut Kota Surabaya.
"Sudah lebih dari 15 tahun, Kebun Bibit Wonorejo membudidayakan tabebuya. Semua pohon tabebuya yang ditanam di Surabaya diambil langsung dari Kebun Bibit Wonorejo,’’ ujarnya.
Menurut dia, pohon tabebuya memiliki kekuatan pada daun yang tidak mudah rontok. Saat bunga bermekaran, keindahannya pun terlihat seperti bunga sakura. Kota Surabaya pun terlihat eksotis. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang menikmati momen bunga tabebuya bermekaran dengan berfoto.
"Pohon tabebuya ini sangat indah. Budi dayanya sangat mudah dan sangat cocok ditanam di daerah tropis,’’ jelasnya.
Yudi menyatakan, pembibitan tabebuya hanya membutuhkan biji dari bunga tanaman tersebut.
"Kadang kami dapat biji dari bunga-bunga tabebuya yang rontok atau metik sendiri,’’ ujarnya.
Kemudian, biji bunga tabebuya disebarkan ke bidang tanah yang sudah digemburkan dengan pupuk dan sekam. Jadi, biji bunga tidak perlu dikeringkan terlebih dahulu. Sebab, biji bunga tabebuya terlalu tipis sehingga bisa langsung disemai.
"Proses penyemaian kurang lebih satu bulan. Biji yang disemai akan tumbuh menjadi bibit,’’ kata dia.
Setelah itu, lanjut dia, baru dipindah ke polybag. Sebagaimana proses penyemaian, tanah di polybag harus diberi pupuk dan sekam. Tujuannya, agar tanah gembur sehingga akar tanaman bisa cepat tumbuh.
’’Kalau tanahnya keras, akar tidak bisa leluasa tumbuh,’’ jelasnya.
Yudi menambahkan, penanaman di polybag membutuhkan waktu 2 bulan untuk tumbuh setinggi 30–40 sentimeter. Setelah itu, tanaman baru bisa dipindah ke lahan yang lebih luas dan panas.
’’Tabebuya adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan baik ketika langsung terkena sinar matahari,’’ imbuhnya.
Setelah dipindahkan ke lahan yang lebih luas dan panas, bibit tabebuya dirawat seperti biasa dengan menyiraminya sehari sekali agar tetap terhidrasi.
Setelah kurang lebih satu tahun, tanaman tabebuya dicabut dan diganti dengan media karung plastik glangsing.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien
Senin, 20 April 2026 13:58 WIB
Senin, 20 April 2026 13:25 WIB
Senin, 20 April 2026 12:06 WIB
Minggu, 19 April 2026 20:46 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...