Rabu, 30 Agustus 2023 12:05 WIB
PanganNews.id, Banten - Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten memilih untuk menanam sayur mayur di tengah musim kekeringan atau kemarau saat ini.
"Kami mengembangkan tanaman ketimun, karena tidak membutuhkan persediaan air banyak. Kami hanya membasahi tanaman pagi dan sore, sehingga tanaman tumbuh subur hingga panen," kata petani di Blok Kanaga Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak, Samin (55).
Menurut dia, pengembangan pertanian sayuran ketimun itu menguntungkan, karena waktu awal panen hanya 40 hari setelah tanam. Selanjutnya, panen ketimun itu bisa berlangsung selama dua pekan ke depan.
Ia mengatakan, penanaman sayuran ketimun tidak terdampak kemarau juga permintaan pasar cenderung meningkat. Selain itu juga harga di pasaran relatif baik, bahkan di tingkat petani menembus Rp6.000/kilogram.
"Kami menanam ketimun itu jika musim kemarau, karena sawah di sini masuk kategori tadah hujan," kata Samin.
Menurut dia, pihaknya menanam sayuran ketimun itu berdasarkan pengalaman tahun lalu dari luas lahan dua petak sawah atau 1.000 meter persegi dan mampu memproduksi dua ton.
Dari produksi sebanyak dua ton itu dijual Rp6.000/kilogram, sehingga diakumulasikan dapat menghasilkan uang Rp12 juta.
"Kita bisa meraup keuntungan sekitar Rp7 juta bersih setelah dipotong biaya produksi," ujar Samin.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien
Minggu, 05 April 2026 17:45 WIB
Kamis, 02 April 2026 17:22 WIB
Kamis, 02 April 2026 16:37 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...