Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pengembangan Desa B2SA di Semarang, Bapanas Ingin Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Bagikan
Bapanas mensosialisasikan Pola Makan B2SA untuk cegah stunting dan Wujudkan generasi bebas stunting (Bapanas)
Bapanas mensosialisasikan Pola Makan B2SA untuk cegah stunting dan Wujudkan generasi bebas stunting (Bapanas)

PanganNews.id, Semarang - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan peninjauan dan pengembangan Desa B2SA untuk mewujudkan generasi bebas Stunting di di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, dalam kunjungannya meminta agar semua elemen masyarakat Desa Bedono, dapat saling bersinergi mengatasi masalah stunting. 

Selain itu, ia juga meminta masyarakat mampu bersinergi untuk cegah kekurangan gizi, dan ibu-ibu yang yang sedang mengandung yang kekurangan akan energi kronis.

Serta bagi calon-calon ibu agar bisa memahami  bagaimana anak-anaknya dapat menerima asupan ASI ekslusif pada umurnya untuk mengatasi masalah tersebut. 

“Kita meminta tolong kepada TP PKK dan Tim Posyandu melalui Program Pengembangan Desa B2SA ini agar bisa menerjemahkan Pola Konsumsi pangan B2SA sesuai dengan pangan lokal daerahnya masing-masing yang sehat dan aman, dengan komposisi gizi yang seimbang untuk mendukung penanganan stunting," kata Ardiako, Sabtu 9 September 2023 dalam keterangannya.

Sementara, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, menjelaskan bahwa pihak-pihak yang menjadi sasaran dari Pengembangan Desa B2SA melibatkan beberapa elemen masyarakat.

Diantaranya anak sekolah tingkat dasar, balita, ibu hamil dan menyusui, calon ibu, kader posyandu dan TP PKK desa. 

“Mengapa anak sekolah, balita, dan ibu yang sedang mengandung serta calon yang akan menjadi ibu, karena ingin mensosialisasikan Pola Makan B2SA yang harus dimulai dari orang tua hingga anak-anak sejak sedini mungkin agar terciptanya generasi yang terbebas dari stunting, gizi buruk, dan ibu hamil yang kekurangan asupan gizi," ungkapnya.

Dengan adanya program Desa B2SA diharapkan Masyarakat Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dapat menerapkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). 

Sementara itu, Kepala Desa Bedono, Slamet Hidayanta, mengucapkan terimakasih telah menjadikan Desa Bedono menjadi tempat Pengembangan Desa B2SA.

"Semoga  dengan ditunjuknya Desa Bedono menjadi salah satu desa penerima manfaat bantuan pemerintah untuk mengatasi gizi buruk dan dapat mengantisipasi terjadinya stunting," ungkapnya.

Penulis: Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien 

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal