PanganNews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan produktivitas gula dalam rangka mencapai swasembada gula nasional.
Salah satu langkahnya adalah dengan memperkuat kolaborasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama petani tebu melalui program Makmur Kolaborasi.
Program ini melibatkan berbagai aktivitas, seperti pendampingan budi daya, pemanfaatan teknologi, pembelian hasil panen, pendanaan, dan asuransi.
Direktur Utama ID FOOD, Frans Marganda Tambunan, menyampaikam tujuan utama program ini adalah mendukung peningkatan produktivitas petani tebu sekaligus mengintegrasikan proses bisnis gula dari hulu hingga hilir.
"Bahwa program Makmur Kolaborasi ID FOOD dan Pupuk Indonesia telah berhasil mencapai sejumlah pencapaian. Hingga Agustus 2023, luas lahan program Makmur di PT PG Rajawali I unit pabrik gula (PG) Krebet Baru Malang mencapai 9.307 hektare, melibatkan 10.967 petani," jelasnya.
Program ini melibatkan beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur, termasuk PG Rejo Agung Baru di Madiun lanjut Frans Marganda Tambunan menegaskan, PG Krebet Baru di Malang, dan PG Candi Baru di Sidoarjo. PG Krebet Baru Malang memiliki skala terbesar dengan luas tanam mencapai 12.960 hektare, melibatkan 11.820 petani tebu.
Secara keseluruhan, ID FOOD telah merealisasikan tanam tebu seluas 19.049 hektare sejak Januari hingga September 2023, yang merupakan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya," tambahnya.
Frans Marganda Tambunan, juga menyoroti dampak positif program Makmur terhadap produktivitas dan pendapatan petani tebu.
"Hasil demplot menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 9,4 persen, dari 1.024 kuintal per hektare menjadi 1.120 kuintal per hektare, serta kenaikan pendapatan sebesar 9,4 persen.
Program Makmur ini juga melibatkan ID FOOD sebagai pengawas dan pendamping proses budidaya tebu, serta Pupuk Indonesia melalui Petro Kimia Gresik dalam penyediaan pupuk berkualitas dan layanan lainnya," tutur Frans sapaan akrabnya.
Frans berharap, program ini akan terus tumbuh dan memperkuat ekosistem gula nasional, mendukung swasembada gula, serta memberikan manfaat bagi petani tebu.
"Target luas tanam tebu Makmur secara nasional pada tahun 2023 adalah sebesar 112.631 hektare, menjadikannya program terbesar di antara komoditas lain seperti padi, jagung, kelapa sawit, dan kopi," harapnya.
Masih kata Frans, program Makmur, hasil kolaborasi BUMN, telah sukses berjalan di 24 provinsi dan 229 kabupaten sejak tahun 2021. Hingga saat ini, program ini telah merealisasikan luas tanam mencapai 518.932 hektare dan melibatkan 257.627 petani dengan berbagai komoditas pertanian, padi, kelapa sawit, tebu, jagung, dan kopi menjadi komoditas utama dalam program ini,
Penulis: Ajat Nicko
Editor : Ryan Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.