Pangannews.id, Bogor - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong pemerintah agar tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan bangsa Indonesia.
Ketua Umum DPN HKTI, Fadli Zon meminta pemerintah untuk berfikir bagaimana mencapai kedaulatan pangan agar hasil pangan tidak hanya sebagai konsumsi, tapi juga sebagai pusat perputaran ekonomi para petani.
"Jumlah penduduk kita sekarang kan 280 juta penduduk, artinya 280 juta mulut yang harus diberi makan 3 sehari. Nah, kita tidak bisa menggantungkan ini kepada import. Import ini membuang devisa, jadi konsepnya memang bukan konsep ketahanan pangan, harus lebih dari itu, yaitu kedaulatan pangan," kata Fadli Zon, Senin 22 Januari 2024.
Sebab, kata dia, konsep ketahanan pangan hanya memikirkan bagaimana pangan tersedia, baik melalui import maupun yang lainnya.
Sementara, lanjut dia, konsep kedaulatan pangan yakni bagaimana pemerintah memikirkan sumber pangan rakyat Indonesia lewat para petani Indonesia.
"Kalau ketahanan pangan itu yang penting pangan tersedia, dari mana pun datangnya, termasuk dari import. Nah kita tidak ingin import," tegas dia.
Ia menyarankan, salah satu upaya menjaga atau mengembangkan kedaulatan pangan yakni dengan cara menghindari alih fungsi lahan pertanian.
"Ini mengenai alih fungsi lahan, ini memang penting. Karena lahan pertanian kita ini semakin mengecil, sekarang ini diperkirakan masih ada sekitar 9 juta hektar lahan," papar di.
"Dulu datanya beragam juga, ada yang 11 juta hektar. Jadi kita sudah punya Undang-Undang ya. Jadi harusnya ada lahan yang tidak bisa dialih fungsikam untuk hal yang lain. Supaya ada jaminan dalam produksi pertanian," tutup dia.
Reporter: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.