Sinergi Kementan dan TETO Dorong Kolaborasi Petani Muda Bali

Pangannews.id

Kamis, 01 Pebruari 2024 13:51 WIB

news
Foto: Sinergi Kementan dan TETO Dorong Kolaborasi Petani Muda Bali

Pangannews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bersama Taipei Economic and Trade Office (TETO) mendorong kolaborasi Petani Milenial Bali, dalam kegiatan kunjungan ke Bali, (30/01/2024).

Diawali dengan kunjungan pada Wiwanda Agrow, yang merupakan agrowisata edukasi budidaya strawberry yang berada di Kabupaten Badung. 

Wiwanda Agrow dikelola oleh Putu Winda Eristyana, Young Ambassador Agriculture 2023.  

Ditempat tersebut peserta kunjungan melihat langsung berbagai kegiatan agrowisata, seperti budidaya tanaman khususnya strawberry dan pengolahan hasil panen.

Kunjungan berlanjut ke Cau Chocolates Bali Factory and Agro Tourism milik Kadek Surya Prasetya Wiguna, perusahaan yang memproduksi cokelat berkualitas tinggi dari biji kakao lokal. 

Dalam kunjungan tersebut dilakukan dialog dengan para petani milenial yang tergabung dalam koperasi kakao dan mempelajari proses pengolahan cokelat dari hulu ke hilir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Generasi muda harus bisa mengubah paradigma pertanian menjadi sektor yang menjanjikan. Pertanian bukan hanya sebuah bisnis namun juga sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor,” papar Dedi.

Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menyampaikan apresiasinya atas semangat dan inovasi para petani milenial di Bali. Ia berharap kerjasama dengan TETO dapat membantu para petani milenial dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan akses pasar untuk produk-produk pertanian mereka.

"Pusdiktan siap untuk menjadi fasilitator dalam kerjasama ini. Kami memiliki berbagai program pelatihan dan pendidikan yang dapat membantu para petani milenial untuk meningkatkan kapasitas mereka," ujar Santi.

Kuo Tsao Kai, Atase Pertanian TETO menyambut baik kerjasama ini dan menyatakan bahwa TETO memiliki banyak pengalaman dan teknologi di bidang pertanian yang dapat dibagikan dengan para petani milenial. Ia berharap kerjasama ini dapat meningkatkan hubungan antara TETO dan Kementerian Pertanian.

"TETO dan Kementerian Pertanian memiliki hubungan yang erat di bidang pertanian. Kami ingin membantu Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani," kata Kai.

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara TETO dan Kementerian Pertanian, khususnya dengan para petani milenial. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian di Indonesia.

 


Kolom Komentar

You must login to comment...