PanganNews.id, Dompu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu akan menyurati Kementrian Pertanian dan Badan Pangan Nasional untuk mengintervensi harga jagung di wilayahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, menyebut harga jagung petani di Dompu saat ini jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp4.200 per kg untuk jagung pipilan dengan kadar air (KA) 14 persen.
“Tadi kita sudah membahas khusus terkait harga jagung ini. Kita akan bersurat ke Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, minta agar pemerintah mengintervensi harga jagung di Dompu yang sudah jauh di bawah HPP,” kata dia kepada wartawan, Rabu 17 April 2024.
Ia pun meyakinkan paling lambat sepekan kedepan, harga jagung di Dompu akan kembali stabil sesuai HPP sebesar Rp4.200 per kg untuk jarung pipilan kering kadar air 14 persen.
Bulog akan mulai menyerap jagung petani pada 19 April hingga Mei 2024 mendatang. Targetnya, Bulog akan menyerap sebanyak 1.800 ton jagung pipilan kering.
“Itu artinya, Bulog bakal menyerap 120 – 150 ton per hari. Kita yakin, pekan depan paling lambat harga akan kembali stabil,” katanya.
Saat ini, lanjut Syahroni, jagung petani di Dompu diperkirakan baru dipanen tidak lebih dari 40 persen. Karena data yang sudah dipanen hingga 30 Maret 2024 lalu baru 24 persen dari luas tanam dan saat itu sudah 54 persen jagung petani yang telah memasuki usia panen.
“Artinya, masih banyak jagung petani yang telah memasuki usia panen, tapi belum dipanen. Ini jadi acuan untuk pemerintah intevensi,” terang Syahroni.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.