PanganNews.id, Sulbar - Harga kakao yang sedang melonjak di Sulawesi Barat membawa kabar gembira bagi para petani setempat.
Berdasarkan data terbaru, harga kakao kering di Sulbar saat ini berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi angin segar bagi ekonomi daerah.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, menyatakan rasa syukurnya atas kenaikan harga kakao ini.
"Ini adalah kabar baik bagi para petani dan masyarakat Sulbar secara umum," kata Muhammad Idris, Senin, 30 April 2024.
Namun, Idris juga menyayangkan bahwa banyak petani di Sulbar yang beralih dari kakao ke komoditas lain dalam beberapa tahun terakhir.
"Seharusnya, kalau kita konsisten sejak dulu, kesejahteraan masyarakat akan lebih baik," ujarnya.
"Sayangnya, kita tidak konsisten, dan banyak petani yang mengganti kebun kakaonya dengan komoditas lain," tambahnya.
Mengingat pentingnya konsistensi dalam pertanian, Idris berpesan kepada para petani agar tetap fokus pada komoditas yang mereka garap saat ini.
"Saya harap para petani bisa tetap konsisten dengan tanaman yang mereka pilih. Dengan begitu, kita bisa menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulbar," tuturnya.
Momen ini menjadi kesempatan bagi Sulawesi Barat untuk kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil kakao terkemuka di Indonesia.
Dengan harga yang terus naik, diharapkan para petani akan kembali bersemangat untuk membudidayakan kakao dan membawa kemakmuran bagi wilayah ini.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.