Rabu, 11 September 2024 11:15 WIB
Pangannews.id - Sejumlah area pertanian di Kabupaten Indramayu telah memulai panen padi, dan harga gabah yang baru dipanen terbilang tinggi. Saat ini, panen telah dimulai di beberapa kecamatan, termasuk Pasekan, Sindang, Haurgeulis, dan Gantar.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyampaikan bahwa hingga kini, sekitar 20% dari total 125 ribu hektar areal pertanian di Kabupaten Indramayu telah panen. Meskipun demikian, panen raya yang lebih luas diperkirakan baru akan terjadi pada Oktober 2024.
Sutatang mengungkapkan bahwa musim panen kali ini lebih lambat dari biasanya karena petani harus menunggu ketersediaan air di saluran irigasi untuk mengolah dan menanam padi.
"Panen raya diperkirakan akan terjadi pada Oktober mendatang. Keterlambatan ini disebabkan oleh kebutuhan air yang belum mencukupi di saluran irigasi," jelasnya, seperti dikutip dari Media Indonesia.
Sementara itu, harga gabah di awal panen menunjukkan tren yang positif bagi petani. Gabah kering panen saat ini dihargai antara Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 515 Tahun 2024.
Dalam aturan tersebut, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.000 per kilogram di tingkat petani dan Rp6.100 per kilogram di tingkat penggilingan, sedangkan HPP gabah kering giling (GKG) adalah Rp7.300 per kilogram di tingkat penggilingan dan Rp7.400 per kilogram di tingkat gudang Bulog.
Sutatang menjelaskan bahwa tingginya harga gabah ini sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan petani. Di musim gadu ini, petani harus menghadapi biaya tambahan untuk pompanisasi serta upaya memberantas organisme pengganggu tanaman, seperti tikus yang semakin banyak.
Harga gabah diprediksi akan terus mengalami kenaikan meskipun panen raya sudah dimulai pada Oktober mendatang, mencerminkan kondisi pasar dan tantangan yang dihadapi petani di musim gadu tahun ini.
23 jam yang lalu
Sabtu, 20 Juni 2026 13:56 WIB
Sabtu, 20 Juni 2026 13:51 WIB
Jumat, 19 Juni 2026 11:46 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...