Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lima Tahun Setelah Pandemi Dimulai, WHO Mendesak China Keluarkan Data Asal-Usul Covid-19

Bagikan
Seorang pasien COVID-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, Kamis (4/4/2020). (Foto : ANTARA FOTO/Xinhua/Li Han/pras)
Seorang pasien COVID-19 diizinkan pulang dari Rumah Sakit Leishenshan (Gunung Dewa Petir) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, Kamis (4/4/2020). (Foto : ANTARA FOTO/Xinhua/Li Han/pras)

Pangannews.id – Desakan kembali dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada China untuk berbagi data terkait asal-usul Covid-19. Hal ini penting sebagai transparansi dan kerja sama internasional guna mencegah pandemi serupa di masa depan.

Desakan ini disampaikan tepat lima tahun setelah otoritas kesehatan Wuhan pertama kali melaporkan kasus pneumonia misterius yang kemudian menjadi awal dari pandemi global.

“WHO terus meminta China untuk berbagi data dan memberikan akses yang diperlukan sehingga kita dapat memahami asal-usul Covid-19. Ini adalah keharusan moral dan ilmiah,” ungkap WHO dalam pernyataan resmi yang dirilis.

Covid-19 telah menewaskan lebih dari tujuh juta orang di seluruh dunia, melumpuhkan sistem kesehatan, serta menghancurkan perekonomian global.

Dalam pernyataan tersebut, WHO juga menyerukan penghormatan terhadap jutaan nyawa yang hilang akibat pandemi, serta apresiasi kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang tanpa kenal lelah di garis depan.

WHO menegaskan pentingnya untuk belajar dari pandemi ini, guna membangun masa depan yang lebih sehat dan lebih siap menghadapi ancaman kesehatan global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyoroti bahwa meskipun dunia telah banyak belajar dari pandemi Covid-19, banyak kelemahan dan kerentanannya masih tetap ada.

“Jika pandemi berikutnya tiba hari ini, kita masih belum sepenuhnya siap,” kata Tedros, menegaskan pentingnya persiapan yang lebih baik di masa depan.

Pada Desember 2021, negara-negara anggota WHO sepakat untuk merumuskan sebuah perjanjian pandemi yang bertujuan untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi.

Namun, meskipun sebagian besar poin telah disepakati, negosiasi mengenai perjanjian tersebut masih terhambat pada isu-isu krusial, seperti kewajiban berbagi patogen baru dan distribusi manfaat dari pengembangan patogen, termasuk vaksin.

Batas waktu untuk menyelesaikan perjanjian ini adalah Mei 2025, namun terdapat ketegangan antara negara-negara maju dengan industri farmasi besar, serta negara-negara berkembang yang khawatir akan tertinggal saat pandemi berikutnya muncul.

WHO menegaskan bahwa tanpa transparansi, berbagi data, dan kerja sama antarnegara, dunia tidak dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi epidemi atau pandemi berikutnya.

“Tanpa tindakan nyata, kita hanya mengulang sejarah, membiarkan dunia tetap rentan terhadap pandemi di masa depan,” tegas WHO.

Peringatan lima tahun ini diharapkan dapat mendorong negara-negara, terutama China, untuk lebih terbuka dan transparan mengenai data terkait Covid-19, serta mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terulangnya bencana kesehatan global.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal