Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

KKP Jamin Standar Layanan SKPT untuk Dongkrak Ekonomi Nelayan Pulau Terluar

Bagikan
KKP jamin standar layanan SKPT untuk dongkrak ekonomi nelayan pulau terluar. (Foto : Pixabay)
KKP jamin standar layanan SKPT untuk dongkrak ekonomi nelayan pulau terluar. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pelayanan dan pengelolaan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas serta ekonomi masyarakat nelayan di pulau-pulau terluar Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP, I Nyoman Radiarta, menyatakan bahwa pengelolaan SKPT kini tidak hanya ditunjang fasilitas perikanan yang lengkap, tetapi juga dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang profesional.

“Tidak hanya fasilitas perikanan yang lengkap, pengelola SKPT juga dibekali berbagai kemampuan pengelolaan kepelabuhanan secara profesional,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (11/5/2025).

Upaya tersebut direalisasikan melalui pelatihan bertajuk Strengthening of Operation and Management Capacity of the SKPT Fishing Ports for Moa and Saumlaki yang diselenggarakan pada 4–7 Mei 2025 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan ini merupakan kerja sama BPPSDMKP KKP dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Fokus utama pelatihan adalah memperkuat manajemen operasional dan pelayanan pelabuhan perikanan agar semakin efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan nelayan serta pemangku kepentingan lainnya.

“Manajemen yang kuat dan terstruktur adalah pondasi dari pelayanan pelabuhan yang andal. Melalui pelatihan ini, kami mendorong terbentuknya dokumen kerja yang aplikatif dan mampu menjawab tantangan di lapangan,” jelas Nyoman.

Pelatihan tersebut mencakup materi penting seperti pengelolaan alur logistik kapal perikanan, pelayanan publik usaha pelabuhan, sertifikasi kelaikan kapal, hingga perencanaan operasional dan penarikan PNBP pascaproduksi.

Metode pelatihan menggabungkan sesi tatap muka, diskusi, praktik langsung, dan evaluasi menyeluruh.

Para peserta juga mendapatkan pembekalan terkait kebijakan strategis KKP seperti Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan aspek teknis kapal serta pengawakannya.

“Melalui pelatihan ini, KKP menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pelabuhan perikanan yang lebih tangguh, produktif, dan berpihak kepada nelayan kecil,” tambah Nyoman.

KKP merencanakan pelatihan serupa di SKPT lainnya untuk menjamin standardisasi layanan pelabuhan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong transformasi sektor kelautan dan perikanan melalui pendekatan ekonomi biru.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyampaikan bahwa pelabuhan perikanan merupakan ujung tombak dari transformasi sektor kelautan dan perikanan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal