Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Tekan Wabah Penyakit Ikan, Jambi Jalin Kerja Sama dengan FAO

Bagikan
Pemprov Jambi bekerja sama dengan FAO untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit ikan melalui teknologi digital. (Foto : Antara)
Pemprov Jambi bekerja sama dengan FAO untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit ikan melalui teknologi digital. (Foto : Antara)

Pangannews.id - Pemerintah Provinsi Jambi bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit ikan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Langkah ini diwujudkan lewat penggunaan aplikasi Sistem Pelaporan Cepat Penyakit Ikan (Sicekatan), yang kini sedang dipromosikan di kalangan pembudidaya ikan skala kecil di provinsi tersebut.

"Kegiatan ini untuk promosi aplikasi Sicekatan, guna mengetahui penyakit ikan dengan cepat melalui aplikasi," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Asraf, Rabu (14/5/2025).

Provinsi Jambi menjadi salah satu wilayah percontohan dalam penerapan aplikasi ini. FAO bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memilih Jambi sebagai lokasi utama untuk mendemonstrasikan manfaat dari sistem pelaporan digital tersebut kepada para pelaku budidaya ikan.

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, yang melakukan kunjungan kerja ke Jambi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lokal dalam mendeteksi dan menangani penyakit ikan secara cepat dan akurat.

"Aplikasi ini berfungsi untuk mengamati, mendeteksi, dan melaporkan penyakit ikan langsung ke gugus tugas tanggap darurat. Tujuan kami datang ke Jambi adalah untuk bertemu langsung dengan pelaku budidaya skala kecil dan melihat dampak nyata dari aplikasi ini," ujar Aryal.

Sebagai bagian dari upaya implementasi, FAO juga telah menyelenggarakan pelatihan kepada pembudidaya ikan dan petugas lapangan terkait penggunaan aplikasi Sicekatan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku usaha perikanan dapat merespons secara cepat bila ditemukan indikasi penyakit pada ikan budidaya mereka.

Aryal menambahkan bahwa pihaknya akan mengunjungi Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari pada Kamis (15/5/2025) untuk menyaksikan langsung simulasi penggunaan aplikasi serta berinteraksi dengan pembudidaya yang telah menggunakannya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal