Selasa, 17 Juni 2025 20:25 WIB
Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dilepaskan dari kerja sama lintas sektor.
“Program ini butuh dukungan dari berbagai pihak, terutama di tingkat daerah, agar bisa berjalan maksimal. Kita harus punya visi dan komitmen yang sama,” ujar Anyelir Puspa Kemala, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, di Bandarlampung, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya, permasalahan gizi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan persoalan bersama yang harus ditangani secara kolaboratif.
Ia menyebut, dengan program MBG yang menyasar kelompok rentan, cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa lebih mudah tercapai.
Anyelir juga mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah untuk ambil bagian sebagai mitra dapur MBG. Nantinya, tiap dapur akan dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan 45–50 petugas masak.
Mereka dipimpin oleh Kepala SPPG yang ditunjuk langsung BGN, dan didampingi ahli gizi serta akuntan guna memastikan kualitas nutrisi serta kelancaran pengelolaan dapur.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmawati Herdian menilai program MBG sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul.
“Program ini bisa menjadi solusi konkret untuk menurunkan angka gizi buruk dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak,” kata Rahmawati.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan dapur MBG. Pasalnya, bahan masak yang digunakan akan dipasok dari petani lokal, pelaku UMKM, hingga BUMDes, sehingga bisa ikut menggerakkan roda ekonomi desa.
“Dengan dapur MBG yang berbelanja di pasar lokal, otomatis perekonomian sekitar juga akan ikut tumbuh,” jelasnya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 27 Mei 2026 14:37 WIB
Senin, 25 Mei 2026 19:17 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 22:20 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...