Airlangga Sebut Tarif Ekspor Produk Pertanian Indonesia ke Amerika Berpeluang Gratis, Indonesia Siap Panen Untung

Pers Pangannews

Jumat, 25 Juli 2025 15:33 WIB

news
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Instagram: @airlanggahartarto_official)

Pangannews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia tengah membuka peluang penurunan tarif ekspor menjadi mendekati 0% untuk sejumlah komoditas unggulan, termasuk sawit, kopi, dan kakao.

“Jadi itu sedang dalam pembahasan dan itu dimungkinkan lebih dari 19% lebih rendah dari 19% dan dimungkinkan mendekati 0%,” kata Airlangga, dikutip Jum’at, 25 Juli 2025.

Menurut Airlangga, negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat masih berlangsung untuk membahas rincian teknis dan kepentingan kedua negara.

Ia menambahkan, peluang penurunan tarif ini juga dipengaruhi oleh kesepakatan IEU-CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa) yang telah menetapkan tarif 0% untuk komoditas minyak sawit mentah (CPO).

Selain produk pertanian, Airlangga menyebut beberapa produk industri lain seperti komponen pesawat terbang, produk mineral, dan produk dari kawasan industri tertentu juga dipertimbangkan untuk mendapatkan tarif ekspor yang lebih rendah.

“Perundingan masih akan terus berlangsung untuk bicara detil teknis karena masih ada beberapa kepentingan dan akan ditindaklanjuti bahwa Indonesia akan diberikan juga tarif yang lebih redah 19% untuk beberapa komoditas,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan dagang bilateral, Indonesia sebelumnya menyetujui penghapusan tarif impor terhadap lebih dari 99% produk asal Amerika Serikat dan menghapus semua hambatan non-tarif yang dihadapi perusahaan-perusahaan AS.

Sebagai imbal balik, AS menurunkan ancaman tarif atas produk-produk ekspor Indonesia dari 32% menjadi 19%.

Lebih lanjut, AS juga dikabarkan tengah mengidentifikasi sejumlah komoditas yang tidak diproduksi di dalam negeri untuk dapat diberikan penurunan tarif tambahan, membuka peluang lebih besar bagi komoditas unggulan Indonesia masuk pasar global dengan daya saing lebih tinggi.

Editor: Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...