Inflasi Pangan Didominasi Kenaikan Harga Beras, BPS: Semua Kualitas Ikut Naik

Pers Pangannews

Jumat, 01 Agustus 2025 17:42 WIB

news
Inflasi pangan didominasi kenaikan harga beras. (Foto : Antara)

Pangannews.id - Harga beras kembali naik pada Juli 2025, menyentuh seluruh lini distribusi dari penggilingan hingga ke tangan konsumen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata kenaikan harga beras sebesar 2,71 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 4,14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2025 secara total naik 2,71 persen secara bulanan dan 4,14 persen secara tahunan," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Berdasarkan kualitasnya, harga beras medium mengalami kenaikan tertinggi, yakni 3,07 persen secara bulanan dan 5,96 persen secara tahunan. Sementara harga beras premium naik 1,93 persen secara bulanan dan 2,14 persen secara tahunan.

Kenaikan ini tercermin dalam lonjakan harga di seluruh tingkatan:

  • Tingkat penggilingan: dari Rp12.994 menjadi Rp13.346 per kg
  • Tingkat grosir: dari Rp13.979 menjadi Rp14.202 per kg
  • Tingkat eceran: dari Rp15.072 menjadi Rp15.276 per kg

Kondisi ini turut mendorong inflasi komoditas beras, yang pada Juli mencatat inflasi 1,59 persen di tingkat grosir dan 1,35 persen di tingkat eceran secara bulanan.

Secara tahunan, inflasi beras mencapai 5,12 persen di tingkat grosir dan 3,81 persen di tingkat eceran.

"Harga beras yang kami sampaikan di sini merupakan rata-rata harga yang mencakup berbagai kualitas dan seluruh wilayah Indonesia," jelas Pudji.

Lebih luas lagi, beras menjadi salah satu kontributor utama inflasi bulanan nasional pada Juli 2025. BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,74 persen dan memberikan andil 0,22 persen terhadap inflasi nasional. Dari angka itu, beras menyumbang andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Komoditas pangan lain yang juga ikut mendorong inflasi antara lain; tomat sebesar 0,05 persen, bawang merah 0,05 persen, cabai rawit 0,04 persen telur ayam ras 0,02 persen.

Editor : Adi Permana

 


Kolom Komentar

You must login to comment...