Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Perkuat Ekosistem Pangan, Bulog dan Polri Sepakat Kawal Distribusi Beras Nasional

Bagikan
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) bertemu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) untuk meminta dukungan dalam penyaluran beras SPHP, di Jakarta, Jumat (1/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Bulog)
Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) bertemu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) untuk meminta dukungan dalam penyaluran beras SPHP, di Jakarta, Jumat (1/8/2025). (Foto: ANTARA/HO-Humas Bulog)

Pangannews.id - Perum Bulog resmi menggandeng Kepolisian Negara RI (Polri) untuk mengawal penyaluran beras dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kolaborasi ini bertujuan memastikan distribusi tepat sasaran, transparan, dan efektif dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna membahas peran strategis kepolisian dalam pengawasan distribusi beras.

Menurut Rizal, jaringan yang dimiliki Polri di seluruh daerah menjadi aset penting dalam memperluas jangkauan SPHP.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap dukungan Polri bisa mempercepat dan meratakan distribusi beras SPHP. Tujuannya agar stabilisasi harga dan ketersediaan beras benar-benar terasa di masyarakat,” ujar Rizal di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Rizal, didampingi Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto, juga menegaskan bahwa sinergi Bulog-Polri bukan sekadar dukungan logistik, melainkan bagian dari upaya strategis menuju kemandirian pangan nasional.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Selain mendukung distribusi, Polri juga akan terlibat dalam pengawasan langsung terhadap peredaran beras di pasar. Langkah ini untuk menghindari praktik penimbunan atau penyalahgunaan pasokan beras SPHP yang telah ditetapkan jalur distribusinya.

Program SPHP sendiri merupakan bagian dari penugasan resmi pemerintah kepada Bulog melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebagaimana tertuang dalam surat Kepala Bapanas Nomor 173/TS.02.02/K/7/2025.

Target distribusi sebesar 1,3 juta ton beras pada periode Juli hingga Desember 2025 di seluruh Indonesia.

Saluran distribusi SPHP mencakup berbagai lini: mulai dari pedagang eceran di pasar rakyat, koperasi desa, outlet BUMN seperti Bulog dan ID Food, hingga instansi negara termasuk TNI dan Polri melalui koperasi dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambut baik kolaborasi ini dan mengonfirmasi bahwa jajarannya siap mendistribusikan beras melalui bazar pangan murah yang rutin digelar satuan Polri di daerah.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan video conference nasional antara jajaran Polri dan Bulog untuk menyamakan langkah.

“Kami akan mengoptimalkan distribusi, baik melalui koperasi di satuan Polri (Primkopol), maupun lewat Gerakan Pangan Murah dan bazar yang menjangkau masyarakat langsung,” kata Kapolri.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal